MENU
Taruna Ikrar Harumkan Nama BPOM dari Harvard hingga Tsinghua
WA FB
Nasional

Taruna Ikrar Harumkan Nama BPOM dari Harvard hingga Tsinghua

G Editor : Gunawan Purba | 03 Jun 2026 | 18:12 WIB
Taruna Ikrar Harumkan Nama BPOM dari Harvard hingga Tsinghua
Ilustrasi (ft: AI)

Bagi Taruna, kemajuan teknologi kesehatan tidak akan berjalan optimal jika setiap negara masih terjebak dalam standar dan aturan yang berbeda-beda. Di era rantai pasok global dan pengembangan obat lintas negara, penyelarasan regulasi menjadi kebutuhan mendesak.

Di hadapan para akademisi dan pembuat kebijakan Tiongkok, ia memaparkan pentingnya membangun ekosistem pengawasan obat yang adaptif, modern, namun tetap menjamin keamanan publik.

Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa BPOM Indonesia siap berkolaborasi dengan kekuatan riset Asia Timur dalam membangun masa depan farmasi yang lebih terintegrasi.

Berlanjut ke Negeri Singa

Safari ilmiah itu kemudian berlanjut ke Singapura, paling dikenal dengan julukan Negeri Singa dan Kota Singa. Di Saw Swee Hock School of Public Health, National University of Singapore (NUS), Taruna membawa cerita tentang salah satu capaian terbesar BPOM dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui kuliah bertajuk “Elevating Indonesia as a Trusted Global Authority”, ia memaparkan perjalanan Indonesia meraih status WHO Listed Authority (WLA), pengakuan bergengsi dari Organisasi Kesehatan Dunia yang menempatkan sistem pengawasan obat Indonesia sejajar dengan regulator-regulator terbaik dunia.

Pengakuan WLA Simbol Prestise

Status tersebut, juga menjadi simbol prestise. Di dunia farmasi internasional, pengakuan WLA menjadi indikator bahwa sistem evaluasi, pengawasan, dan pengendalian obat yang dilakukan BPOM telah memenuhi standar global yang sangat ketat.

Di hadapan komunitas akademik NUS dan jaringan riset CoRE Duke-NUS, Taruna menunjukkan bahwa Indonesia kini memiliki otoritas regulasi yang dipercaya dunia. Pengakuan itu sekaligus membuka peluang lebih besar bagi industri farmasi nasional untuk masuk ke rantai pasok kesehatan global.

Perjalanan ke Negeri Kanguru

Perjalanan berikutnya membawa Taruna ke Sydney, Australia. Di UNSW Medicine & Health, ia kembali berbicara tentang tema yang menjadi fondasi penting bagi masa depan regulasi kesehatan modern: evidence-based regulation. Konsep ini menempatkan bukti ilmiah sebagai dasar utama dalam setiap keputusan regulator. Bukan kepentingan pasar, bukan tekanan politik, melainkan data dan hasil penelitian yang teruji.

Di forum tersebut, Taruna juga mempromosikan Indonesia sebagai destinasi strategis bagi pengembangan uji klinis dan terapi generasi baru. Dengan populasi besar, keragaman genetik yang unik, serta sistem regulasi yang terus diperkuat, Indonesia dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan terapi sel dan terapi gen di kawasan Asia.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.