Kedua korban yang diketahui berinisial MS dan B, masing-masing mengalami luka tembak di bagian perut dan tangan. Saat ini mereka dalam penanganan medis di RS Bhayangkara Medan.
“Penembakan dilakukan dalam upaya pembelaan diri. Tembakan diarahkan ke bagian bawah tubuh, namun karena situasi gelap dan pandangan terbatas akibat serangan petasan, tembakan mengenai tubuh korban,” jelas Kombes Ferry.
Ia menegaskan bahwa tindakan yang diambil oleh AKBP Oloan merupakan bentuk pertahanan diri dari serangan brutal yang bisa membahayakan keselamatan jiwa petugas. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.