Operasi itu memperkuat reputasi Polri di mata internasional sebagai institusi yang sigap dan terukur dalam kontra-terorisme. Penuntasan Bom Bali II menjadi catatan penting lainnya pada periode tersebut.
Lulusan Terbaik dengan Nyali Teruji
Lahir di Comal, Pemalang, 30 September 1950, Sutanto adalah peraih Adhi Makayasa—lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1973. Namun, rekam jejaknya menunjukkan bahwa kecemerlangan akademik saja tak cukup.
Kariernya ditempa dari bawah, pernah menjabat Kapolsek Kebayoran hingga memimpin Badan Eksekutif Harian BNN, lalu Kapolri (2005–2008), dan kemudian Kepala BIN (2009–2011).
Di setiap posisi, ia membawa pola yang sama: disiplin internal, penindakan tegas, dan penolakan terhadap kompromi dengan kejahatan.
Bagi sebagian orang, gaya Sutanto mungkin keras. Namun bagi publik yang mendambakan kepastian hukum, ketegasan itu menghadirkan rasa aman.
Ia membuktikan bahwa institusi bisa berdiri tegak ketika dipimpin tangan yang bersih dan berani. Warisan kepemimpinannya masih sering dirujuk sebagai standar emas—bahwa hukum tak akan tegak sendiri tanpa keberanian untuk mengayunkannya. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.