MENU
Teungku Nyak Sandang Meninggal, Donatur Pesawat Pertama RI Wafat di Us...
WA FB
Nasional

Teungku Nyak Sandang Meninggal, Donatur Pesawat Pertama RI Wafat di Usia 100 Tahun

J Editor : Jansen Siahaan | 07 Apr 2026 | 20:28 WIB
Teungku Nyak Sandang Meninggal, Donatur Pesawat Pertama RI Wafat di Usia 100 Tahun
Nyak Sandang mengunjungi replika pesawat RI 001 Seulawah di Blangpadang, Banda Aceh, Aceh. (antara)

Aceh, Sinata.id – Teungku Nyak Sandang, tokoh Aceh yang berjasa sebagai donatur pesawat sipil pertama Indonesia, meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) sekira pukul 12.20 WIB di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Almarhum wafat pada usia 100 tahun, dikonfirmasi pihak keluarga.

Pada 2025, Nyak Sandang menerima Bintang Jasa Utama atas jasanya menyumbangkan harta pribadinya untuk pembelian pesawat Seulawah RI-001, pesawat sipil pertama Indonesia setelah kemerdekaan. Pesawat ini pertama kali digunakan untuk mengantar Wakil Presiden Mohammad Hatta berkeliling Sumatra, serta membawa diplomat Indonesia ke India.

Profil Teungku Nyak Sandang

Nyak Sandang dikenal sebagai tokoh Aceh yang aktif mendukung upaya kemerdekaan Indonesia. Pada usia 23 tahun, ia bersama ayahnya menjual sepetak tanah berisi 40 batang kelapa seharga Rp100 dan menyerahkan hasilnya, ditambah 10 gram emas, untuk membeli pesawat sipil pertama Indonesia.

Peristiwa ini bermula dari kunjungan Presiden Sukarno ke Aceh pada Juni 1948 untuk menggalang dana pembelian pesawat. Para saudagar Aceh dan masyarakat umum menyambut seruan itu dengan antusias, menyumbangkan dana untuk membiayai "jembatan udara" bagi kepulauan Indonesia.

Pesawat Seulawah RI-001 dibeli dengan dana hasil donasi rakyat Aceh, dan nama “Seulawah” yang berarti "gunung emas" dalam bahasa Aceh, dipilih untuk menghormati kontribusi tersebut. Pesawat ini menjadi moda transportasi penting bagi pejabat negara dan logistik perang pada masa awal kemerdekaan.

Penghargaan & Kehidupan Terakhir

Nyak Sandang menyimpan surat obligasi pemerintah sebagai bukti sumbangannya. Pada 2018, ia diundang ke Istana Merdeka Jakarta untuk menerima penghargaan dan fasilitas kesehatan, termasuk operasi katarak, serta pembangunan masjid di kampung halamannya.

Pada 25 Agustus 2025, Nyak Sandang dianugerahi Bintang Jasa Utama atas jasanya menyumbangkan kekayaan pribadi untuk kepentingan negara pada masa awal kemerdekaan.

Cucu Nyak Sandang, Ataillah, menyatakan almarhum meninggal dalam kondisi melemah akibat usia lanjut, namun tidak dalam kondisi sakit parah. Camat Jaya, Syamsuddin Rani, menyebut masyarakat Aceh Jaya tengah berduka atas berpulangnya tokoh yang dihormati tersebut.

Pertemuan dengan Presiden Jokowi

Nyak Sandang sempat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 21 Maret 2018. Ia mengajukan permohonan bantuan operasi katarak, pembangunan masjid di kampung halamannya, dan menunaikan ibadah haji. Presiden Jokowi menyetujui operasi dan pengiriman tim untuk pembangunan masjid, serta menawarkan perjalanan umrah sembari menunggu kepastian keberangkatan haji.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.