Jakarta, Sinata.id - Beredar di linimasa berbagai media sosial menyebut pemerintah akan menaikkan harga jual bahan bakar minyak atau BBM, terutama jenis pertamax dan pertalite.
Informasi yang beredar menyebut, harga jual BBM jenis Pertamax akan menjadi Rp 17.850 per liter atau naik Rp 5.550 per liter dari harga jual semula pada Maret 2026 seharga Rp 12.300 per liter.
Katanya, kenaikan tersebut dipengaruhi faktor geopolitik di Timur Tengah dan juga nilai tukar rupiah yang melemah dari Rp 16.819 per 1 dolar AS menjadi Rp 16.877 per 1 dolar AS.
Disebut juga kenaikan harga Pertamax (RON 92) juga dipengaruhi oleh lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92 sebesar 62,44 persen atau 46,15 dolar AS per barel, dari 73,91 dolar AS per barel menjadi 120 dolar AS per barel; atau naik 62,99 persen (sekitar Rp 4.925 per liter) dari Rp 7.818 per liter menjadi Rp 12.744 per liter.
Kenaikan harga jual juga diperkirakan akan terjadi untuk produk bensin lainnya, seperti Pertamax Green 95 (dari Rp 12.900 per liter, naik menjadi Rp 19.150 per liter), Pertamax Turbo (dari Rp 13.100 per liter naik menjadi Rp 19.450 per liter).
BBM jenis solar, yakni Pertamina Dex juga diperkirakan akan mengalami kenaikan dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.950 per liter; serta Dexlite naik dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.650 per liter.
Merespons informasi kenaikan ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi angkat bicara.
Dalam keterangan resmi di Jakarta pada Selasa (31/03/2026), dia, memastikan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga BBM per 1 April 2026.
“Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” tukas Prasetyo.
Disebutnya, keputusan tersebut diambil setelah Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” ujarnya.
Dia pun meminta masyarakat dapat mendapatkan informasi yang jelas, akurat sehingga tidak menimbulkan kepanikan.
Pras juga memastikan ketersediaan BBM dalam kapasitas aman dan terkendali.
Dia meminta masyarakat tidak perlu panik dan resah karena ketersediaan BBM dijamin pemerintah.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.