Jalur itu menjadi satu-satunya akses setelah jalan utama terputus akibat longsor.
Kisah lain datang dari seorang ibu hamil yang terpaksa ditandu menyeberangi lereng gunung terjal karena jembatan penghubung desa runtuh.
Untuk mencapai puskesmas terdekat, warga harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer, dengan waktu tempuh mencapai sepuluh jam.
Di tengah keterbatasan dan ancaman kelaparan, warga hanya berharap satu hal: bantuan segera tiba sebelum krisis ini memakan korban lebih banyak.
Situasi darurat ini menuntut respons cepat, terkoordinasi, dan transparan agar nyawa ribuan warga di pedalaman Aceh tidak terus dipertaruhkan oleh waktu dan keterisolasian. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.