Simalungun, Sinata - Tragedi malam berdarah menjelang Natal terjadi di Kelurahan Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. 4 warga dilaporkan terkena tembakan pada peristiwa Rabu malam 24 Desember 2025.
Peristiwa penembakan disebut berlangsung di hadapan Anggota Polri bermarga Girsang. Disebut Kasat Reskrim Polres Simalungun, Girsang berpangkat Aipda.
Malam itu, Aipda Girsang sempat mengingatkan terduga pelaku penembakan, Sabar Saragih (SS), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Rumah Sakit Polri Tebing Tinggi.
Aipda Girsang mengingatkan SS agar tidak melakukan penembakan. "Jangan kau tembak-tembak," demikian sebagian isi dari laporan Kapolres Simalungun yang ditujukan kepada Kapolda Sumatera Utara.
Laporan itu diperoleh Sinata.id dari Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Simalungun, AKP Herison Manulang, Kamis 25 Desember 2025.
Sesuai laporan Kapolres Simalungun kepada Kapoldasu tersebut, sebelum penembakan dilakukan, warga Sondi Raya beramai-ramai mendatangi rumah SS, pascakabar penganiayaan yang dialami Sampi Tua Sihotang.
Kedatangan warga, disinyalir menyebabkan SS marah. Lalu ia tiga kali melakukan tembakan ke atas. Saat itulah Aipda Girsang mengingatkan SS agar tidak melakukan penembakan.
Dampak dari penembakan, warga pun semakin marah. Disebut, ada yang melakukan pelemparan, dan ada pula yang ingin menangkap SS.
Hanya saja kemudian, peringatan Aipda Girsang pun tidak digubris. SS kembali melakukan penembakan sebanyak tiga kali ke arah warga yang mendatangi rumahnya.Dampak dari penembakan, 4 warga menjadi korban terkena luka tembak. Diantaranya, Deardo Putra Purba alami luka tembak di dada kiri dan Risjon Pardamoan Purba, luka tembak pada tumit kiri.
Kemudian, Jhon Sendi Sahputra Sinaga, luka tembak di pergelangan tangan kanan, Sampi Tua Sihotang (sebelumnya disiram/disemprot dengan air cabai dan tangan kanan kena pukul) dan Jan Rafael Saragih, luka tembak di bagian perut.
Sementara, usai penembakan terjadi, warga bertambah marah. Sepeda motor dari dalam rumah SS dikeluarkan dan dibakar, serta satu unit mobil dirusak. Sedangkan senjata SS berhasil direbut Aipda Girsang. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.