MENU
Trump Ancam Kerahkan Militer di Tengah Gelombang Protes Anti-ICE di Mi...
WA FB
Berita

Trump Ancam Kerahkan Militer di Tengah Gelombang Protes Anti-ICE di Minnesota

G Editor : Gunawan Purba | 16 Jan 2026 | 18:44 WIB
Trump Ancam Kerahkan Militer di Tengah Gelombang Protes Anti-ICE di Minnesota
Donald Trump. (Ist)

Washington, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ancaman akan mengaktifkan Undang-Undang Pemberontakan (Insurrection Act) guna mengerahkan militer ke Minnesota, menyusul memanasnya aksi demonstrasi yang menentang kehadiran agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Minneapolis. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Kamis, 15 Januari 2026.

Situasi di Minnesota kian tegang sejak insiden penembakan terhadap Renee Good, seorang warga negara AS, oleh agen ICE di dalam mobilnya di Minneapolis delapan hari sebelumnya. Peristiwa tersebut memicu kemarahan publik dan memunculkan aksi protes yang kemudian menjalar ke berbagai kota lain.

Ancaman dari Trump muncul tak lama setelah seorang petugas imigrasi menembak seorang pria asal Venezuela di Minneapolis.

Pihak berwenang menyebutkan, penembakan terjadi ketika pria tersebut mencoba kabur saat petugas hendak menghentikan kendaraannya. Korban dilaporkan mengalami luka tembak di bagian kaki.

“Jika para politisi Minnesota yang korup tidak menegakkan hukum dan gagal menghentikan para provokator serta pemberontak yang menyerang patriot ICE yang sedang menjalankan tugasnya, saya akan memberlakukan INSURRECTION ACT,” tulis Trump melalui media sosialnya, dikutip dari AsiaOne, Jumat, 16 Januari 2026.

Dalam beberapa pekan terakhir, presiden dari Partai Republik itu secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap para pemimpin Minnesota yang berasal dari Partai Demokrat.

Ia juga menuai kecaman luas setelah menyebut komunitas keturunan Somalia di negara bagian tersebut dengan istilah merendahkan dan menyarankan agar mereka dikeluarkan dari AS.

Bentrokan antara Warga dan Aparat Federal

Pemerintah federal telah mengirim hampir 3.000 personel penegak hukum ke wilayah Minneapolis.

Aparat tersebut tampak berpatroli dengan senjata api, mengenakan perlengkapan kamuflase bergaya militer, serta penutup wajah, meski cuaca kota sedang berada pada suhu dingin ekstrem.

Kehadiran mereka memicu aksi perlawanan warga yang berlangsung hampir tanpa henti, siang dan malam. Para demonstran meniup peluit dan memukul tamborin sebagai simbol penolakan.

Pada Rabu malam, massa berkumpul di sekitar lokasi penembakan pria asal Venezuela itu. Sebagian besar aksi berjalan damai, namun aparat membubarkan kerumunan dengan granat kejut dan gas air mata.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.