MENU
Trump Bentuk Dewan Perdamaian Gaza, Sejumlah Negara Setuju, Lainnya Me...
WA FB
Berita

Trump Bentuk Dewan Perdamaian Gaza, Sejumlah Negara Setuju, Lainnya Menolak

T Editor : Tumpal Pandapotan | 22 Jan 2026 | 20:48 WIB
Trump Bentuk Dewan Perdamaian Gaza, Sejumlah Negara Setuju, Lainnya Menolak
Dewan Perdamaian Gaza.

Washington, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang lebih dari 60 negara untuk berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian yang akan mengawasi pemerintahan pascaperang di Jalur Gaza, Palestina.

Undangan tersebut disampaikan melalui surat resmi terkait pembentukan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for Gaza Administration/NCAG) yang diumumkan pekan lalu.

Dalam surat undangan itu, Trump menyebut Dewan Perdamaian bertugas mendukung administrasi pemerintahan, rekonstruksi, dan pemulihan ekonomi Gaza berdasarkan 20 poin rencana perdamaian yang diusulkannya.

Dewan tersebut diketuai langsung oleh Trump dan melibatkan sejumlah tokoh internasional, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Selain Blair, anggota dewan mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, CEO Apollo Global Management Marc Rowan, Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.

Trump menyatakan Dewan Perdamaian tidak hanya berfokus pada Gaza, tetapi juga diarahkan untuk mendorong stabilitas kawasan, membangun pemerintahan yang dinilai sah dan dapat diandalkan, serta menjamin perdamaian jangka panjang di wilayah yang terdampak atau terancam konflik.

“Badan ini akan melaksanakan fungsi-fungsi pembangunan perdamaian sesuai dengan hukum internasional,” demikian isi surat undangan tersebut.

Masih berdasarkan surat yang sama, negara-negara peserta akan dibatasi masa keikutsertaannya selama maksimal tiga tahun.

Keanggotaan tetap hanya dapat diperoleh dengan kontribusi dana operasional sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 triliun.

Sejumlah negara telah menyatakan kesediaan bergabung. Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi penerimaan undangan tersebut dan menyebut langkah itu sejalan dengan komitmennya mendukung rencana perdamaian Trump.

Bahrain dan Maroko juga menyatakan menerima undangan dan akan meratifikasi piagam pendirian Dewan Perdamaian.

Arab Saudi, Yordania, Pakistan, Turki, Mesir, dan Indonesia termasuk negara yang menerima undangan dan menyatakan sikap positif.

Melalui pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri RI menyebut para menteri luar negeri dari Indonesia, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan UEA telah menyepakati keputusan bersama untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, dengan catatan masing-masing negara akan menempuh prosedur hukum nasional yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.