Washington, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan kekesalannya saat ditanya mengenai laporan yang menyebut Rusia diduga membantu Iran secara tidak langsung dalam konflik melawan AS dan Israel di Timur Tengah.
Sejumlah pejabat di Washington menyebut Moskow diduga memberikan bantuan intelijen kepada Teheran untuk mengidentifikasi aset militer AS, termasuk kapal perang dan pesawat tempur yang berpotensi menjadi target serangan balasan.
Pertanyaan tersebut diajukan oleh jurnalis Fox News, Peter Doocy, dalam sebuah acara di Gedung Putih. Doocy meminta tanggapan Trump terkait laporan yang menyebut Rusia membantu Iran dalam konflik tersebut.
Namun Trump menilai pertanyaan itu tidak tepat diajukan dalam forum tersebut dan menyebutnya sebagai pertanyaan yang tidak relevan dengan agenda yang sedang dibahas.
“Itu masalah yang mudah dibandingkan dengan apa yang sedang kami lakukan di sini,” ujar Trump, seperti dilansir Minggu (8/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa pertanyaan tersebut tidak sesuai dengan konteks acara yang sedang berlangsung.
“Saya sangat menghormati Anda, Anda selalu bersikap baik kepada saya. Namun menurut saya, itu pertanyaan yang tidak tepat untuk diajukan saat ini. Kita sedang membicarakan hal lain,” katanya.
Reaksi Media terhadap Sikap Trump
Dalam kesempatan terpisah, pembawa acara program MS NOW, Chris Hayes, menanggapi reaksi Trump dengan nada sindiran.
Hayes menilai pertanyaan terkait konflik dan keselamatan pasukan Amerika merupakan hal yang wajar untuk diajukan kepada seorang presiden.
Ia menyindir sikap Trump yang terlihat kesal ketika ditanya mengenai situasi perang di tengah acara yang berkaitan dengan olahraga perguruan tinggi.
Pemerintah AS Enggan Komentari Laporan Intelijen
Sementara itu, sejumlah pejabat pemerintahan Trump menolak memberikan komentar terkait laporan media yang menyebut Rusia membantu Iran.
Laporan tersebut sebelumnya dimuat oleh The Washington Post, yang mengutip sumber pejabat anonim mengenai dugaan keterlibatan Rusia dalam membantu Iran mengidentifikasi aset militer Amerika.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan pemerintah tidak akan menanggapi laporan intelijen yang bocor ke media.
“Kami tidak mengomentari laporan intelijen yang bocor ke pers,” kata Leavitt.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.