MENU
Trump Klaim Perang AS vs Iran Hampir Selesai, Ancam Serangan Besar Jik...
WA FB
Dunia

Trump Klaim Perang AS vs Iran Hampir Selesai, Ancam Serangan Besar Jika Tak Ada Damai

J Editor : Jansen Siahaan | 02 Apr 2026 | 11:28 WIB
Trump Klaim Perang AS vs Iran Hampir Selesai, Ancam Serangan Besar Jika Tak Ada Damai
Presiden AS Donald Trump. (afp)

Washington DC, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa konflik militer antara AS dan Iran hampir mencapai tahap akhir.

Ia mengeklaim sebagian besar tujuan strategis Washington telah terpenuhi dalam beberapa pekan terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam pidato utama yang disiarkan secara prime-time pada Rabu (1/4/2026) malam. Ini merupakan pidato pertamanya yang secara khusus membahas konflik sejak perang mulai berlangsung pada akhir Februari lalu.

“Saya dengan senang hati menyampaikan bahwa tujuan strategis utama kita hampir tercapai,” ujar Trump.

Ia juga memuji kinerja militer AS yang dinilainya berhasil meraih kemenangan cepat dan signifikan di medan perang.

“Dalam empat pekan terakhir, angkatan bersenjata kita mencatat kemenangan yang cepat, menentukan, dan luar biasa,” tegasnya.

Trump mengklaim berbagai kekuatan militer Iran telah dilemahkan secara signifikan, mulai dari angkatan laut, angkatan udara, hingga sistem persenjataan rudal.

Menurutnya, operasi militer tersebut bertujuan melumpuhkan kemampuan Iran dalam mendukung kelompok proksi serta mencegah pengembangan senjata nuklir.

Di tengah klaim keberhasilan itu, Trump juga menyinggung korban jiwa dari pihak militer AS. Ia menyebut sedikitnya 13 prajurit Amerika tewas dalam konflik tersebut, sementara lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka.

“Kita menghormati pengorbanan mereka, dan kita harus menuntaskan misi ini sebagai bentuk penghormatan,” ujarnya.

Ancaman Serangan Baru ke Infrastruktur Iran

Selain menyatakan perang hampir berakhir, Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Ia mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas kelistrikan jika Teheran tidak segera menyetujui perjanjian damai.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut AS telah menyiapkan sejumlah target strategis.

“Jika tidak ada kesepakatan dalam waktu yang ditentukan, kami akan menyerang pembangkit listrik mereka secara besar-besaran, bahkan mungkin secara bersamaan,” katanya.

Ia memperkirakan konflik dapat berakhir dalam dua hingga tiga pekan ke depan, dengan catatan Iran bersedia menyepakati perundingan damai.

Trump juga mengeklaim bahwa serangan gabungan AS dan Israel telah menghancurkan sebagian besar peluncur rudal milik Iran.

Dampak dan Respons Iran

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.