MENU
Trump Sebut Operasi AS di Iran Segera Berakhir, Iran Tegaskan Tak Ada...
WA FB
Dunia

Trump Sebut Operasi AS di Iran Segera Berakhir, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi

J Editor : Jansen Siahaan | 01 Apr 2026 | 16:18 WIB
Trump Sebut Operasi AS di Iran Segera Berakhir, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi
Gugus tempur kapal induk USS George HW Bush. (antara)

Teheran, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran akan segera diakhiri dalam waktu dekat, yakni sekitar dua hingga tiga minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih pada Selasa (31/3/2026), terkait dampak kenaikan harga bahan bakar sejak pecahnya konflik pada 28 Februari.

“Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kami akan segera melakukannya,” ujar Trump.

Ia menambahkan bahwa proses penyelesaian operasi militer saat ini tengah berlangsung dan diperkirakan akan rampung dalam waktu singkat.

“Kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini, mungkin dalam dua minggu atau sedikit lebih lama,” lanjutnya.

Trump juga menegaskan bahwa penghentian operasi militer tidak bergantung pada tercapainya kesepakatan dengan Iran.

“Apakah ada kesepakatan atau tidak, itu tidak relevan,” tegasnya.

Selain itu, Trump menyerukan kepada negara-negara lain untuk mengamankan pasokan energi mereka secara mandiri, termasuk melalui Selat Hormuz.

“Jika negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka harus mengurusnya sendiri,” katanya.

Sikap Iran: Tidak Ada Negosiasi Formal

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi adanya pertukaran pesan antara Iran dan AS baik secara langsung maupun melalui negara perantara.

Namun, ia menegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak berarti adanya negosiasi resmi antara kedua negara.

“Saya menerima pesan dari utusan khusus AS, tetapi itu bukan bentuk negosiasi,” ujarnya dalam wawancara dengan Al Jazeera, Rabu (1/4/2026).

Araghchi juga membantah adanya klaim negosiasi tidak resmi di luar jalur diplomasi pemerintah.

“Seluruh komunikasi dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri atau lembaga resmi terkait,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Iran tidak memiliki kepercayaan terhadap proses negosiasi dengan AS, mengacu pada pengalaman sebelumnya dalam kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action.

“Tingkat kepercayaan kami berada di titik nol,” katanya.

Ketegangan Masih Tinggi

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa negaranya memiliki keinginan untuk mengakhiri perang, namun membutuhkan jaminan keamanan yang jelas agar konflik tidak terulang.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa Washington tetap membuka opsi militer meski menginginkan penyelesaian konflik.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.