MENU
Trump Siapkan “Project Freedom”, AS Akan Kawal Kapal Keluar Selat Horm...
WA FB
Dunia

Trump Siapkan “Project Freedom”, AS Akan Kawal Kapal Keluar Selat Hormuz

T Editor : Tigor Munthe | 04 May 2026 | 11:07 WIB
Trump Siapkan “Project Freedom”, AS Akan Kawal Kapal Keluar Selat Hormuz
Presiden Donald Trump. (Foto: Istimewa)

Washington, Sinata.id - Donald Trump mengumumkan rencana Amerika Serikat untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz mulai Senin, dalam sebuah operasi yang ia sebut sebagai “Project Freedom.”

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut langkah ini sebagai upaya kemanusiaan demi kepentingan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

Namun, ia tidak merinci negara mana saja yang akan mendapat bantuan tersebut.

Trump juga menegaskan bahwa setiap gangguan terhadap operasi ini akan ditindak tegas.

“Intervensi apa pun akan dihadapi dengan kekuatan,” tulisnya.

Sejak perang pecah pada Februari, Iran membatasi lalu lintas di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Di sisi lain, AS juga memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Akibat konflik ini, ribuan kapal dan sekitar 20.000 pelaut dilaporkan terjebak di kawasan Teluk.

Kekhawatiran meningkat terkait menipisnya logistik serta dampak terhadap kesehatan fisik dan mental para awak kapal.

Bahkan, laporan dari UK Maritime Transportation Operation (UKMTO) menyebut sebuah kapal tanker sempat terkena proyektil tak dikenal, meski seluruh awak dinyatakan selamat.

Iran: Intervensi AS Bisa Langgar Gencatan Senjata Dari Teheran, anggota parlemen senior Iran Ebrahim Azizi memperingatkan bahwa setiap intervensi Amerika dapat dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Pernyataan ini menambah ketegangan di tengah situasi yang sudah rapuh, meskipun Trump mengklaim bahwa pembicaraan antara AS dan Iran berlangsung “sangat positif” dan berpotensi menghasilkan kesepakatan yang baik.

Media Iran melaporkan bahwa Teheran telah menerima respons AS atas proposal damai terbaru yang dikirim melalui Pakistan. Namun, Washington belum mengonfirmasi secara resmi.

Proposal Iran yang berisi 14 poin antara lain menuntut, penarikan pasukan AS dari sekitar wilayah Iran, penghentian blokade laut, pengakhiran seluruh konflik, termasuk operasi Israel di Lebanon, kesepakatan damai dalam waktu 30 hari

Namun, Trump disebut menilai proposal tersebut belum dapat diterima. Meski membuka peluang diplomasi, Trump tidak menutup kemungkinan aksi militer kembali dilakukan.

“Jika mereka berbuat buruk, itu bisa saja terjadi,” ujarnya kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.