MENU
Ucapan Anggota DPR Endipat Wijaya soal Relawan Bencana Picu Amarah War...
WA FB
News

Ucapan Anggota DPR Endipat Wijaya soal Relawan Bencana Picu Amarah Warganet

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Dec 2025 | 01:13 WIB
Ucapan Anggota DPR Endipat Wijaya soal Relawan Bencana Picu Amarah Warganet
Anggota DPR Endipat Wijaya menelepon Ferry Irwandi dan meminta maaf usai polemik sindiran donasi Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera. (Ist)

Namun, pernyataan itu justru memantik gelombang reaksi keras dari warganet.

Media sosial dipenuhi kritik tajam yang mempertanyakan cara pikir wakil rakyat tersebut dalam membandingkan kerja negara dengan inisiatif masyarakat sipil.

Publik menilai tindakan relawan tak bisa diukur dengan logika anggaran negara.

Bantuan miliaran rupiah yang terkumpul dari masyarakat, menurut warganet, merupakan wujud empati kolektif yang bergerak cepat di tengah situasi darurat.

Banyak pihak menegaskan bahwa dalam kondisi bencana, kecepatan dan ketulusan jauh lebih utama daripada perdebatan soal siapa yang paling besar angkanya.

Relawan dan negara dinilai seharusnya saling melengkapi, bukan dipertentangkan.

Di tengah krisis kemanusiaan, publik menilai pernyataan yang meremehkan niat tulus masyarakat justru berpotensi memperlebar jurang kepercayaan antara rakyat dan wakilnya sendiri.

Pilihan Editor: Skandal Perselingkuhan Pramugari Exy Dewi Lestari dan Direktur Produksi Lion Air Meledak!

Endipat Wijaya Telepon Ferry Irwandi dan Sampaikan Permintaan Maaf

Ketegangan yang sempat mengemuka terkait pernyataan donasi bencana akhirnya mereda.

Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, secara langsung menghubungi konten kreator Ferry Irwandi untuk menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya yang menuai polemik di ruang publik.

Ferry Irwandi mengonfirmasi komunikasi personal tersebut melalui akun media sosial pribadinya.

Ia menyatakan tak menyimpan amarah sedikit pun atas pernyataan Endipat yang sebelumnya ramai disorot publik karena menyinggung donasi kemanusiaan senilai Rp10 miliar bagi korban banjir dan longsor di Sumatra.

Menurut Ferry, gelombang dukungan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru justru membuatnya merasa dikuatkan.

Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya solidaritas publik, tidak ada ruang untuk emosi negatif ataupun konflik pribadi.

Ferry juga mengungkapkan bahwa dalam percakapan via telepon itu, Endipat secara terbuka menyampaikan penyesalan dan meminta maaf.

Permintaan tersebut ia terima dengan lapang dada, seraya menegaskan bahwa situasi bencana bukanlah waktu yang tepat untuk mempertajam perbedaan.

Dalam komunikasi tersebut, Ferry turut memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan kondisi nyata di lapangan.

Sejumlah kebutuhan mendesak warga terdampak bencana ia sampaikan langsung kepada Endipat, dan menurut Ferry, aspirasi tersebut diterima dengan sikap terbuka.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.