MENU
Ucapan Anggota DPR Endipat Wijaya soal Relawan Bencana Picu Amarah War...
WA FB
News

Ucapan Anggota DPR Endipat Wijaya soal Relawan Bencana Picu Amarah Warganet

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Dec 2025 | 01:13 WIB
Ucapan Anggota DPR Endipat Wijaya soal Relawan Bencana Picu Amarah Warganet
Anggota DPR Endipat Wijaya menelepon Ferry Irwandi dan meminta maaf usai polemik sindiran donasi Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera. (Ist)

Sementara itu, Endipat Wijaya sebelumnya menjadi sorotan publik usai pernyataannya dalam rapat kerja Komisi I DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Senin (8/12/2025).

Dalam forum tersebut, ia menyinggung cepatnya aksi relawan menjadi viral dibandingkan publikasi kerja pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatra.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras warganet, terutama karena dianggap meremehkan peran relawan dan donatur yang bergerak cepat membantu korban bencana.

Menyusul polemik itu, Endipat kemudian menyampaikan klarifikasi.

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukan ditujukan kepada relawan atau individu yang menggalang bantuan.

Fokus utama pernyataannya, kata Endipat, adalah lemahnya komunikasi publik pemerintah dalam menyampaikan kerja-kerja negara kepada masyarakat.

Ia menilai ketimpangan informasi di media sosial telah membentuk persepsi publik yang tidak utuh. Bantuan relawan mudah viral, sementara upaya besar negara, mulai dari pengerahan anggaran triliunan rupiah, ribuan personel, pendirian ratusan posko, hingga distribusi logistik, tidak selalu terlihat oleh publik.

Menurut Endipat, situasi tersebut perlu dibenahi melalui peran aktif Komdigi dalam mengamplifikasi informasi kerja pemerintah agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih seimbang dan faktual.

Ia juga menegaskan bahwa relawan memiliki posisi vital dalam setiap penanganan bencana.

Baginya, gerak kemanusiaan masyarakat dan tanggung jawab negara tidak boleh dipertentangkan.

Endipat berharap polemik ini menjadi pelajaran bersama, agar perhatian publik kembali tertuju pada tujuan utama: membantu warga terdampak bencana secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Di tengah bencana yang masih menyisakan luka, baik negara maupun relawan diharapkan berjalan beriringan, menguatkan solidaritas, dan menempatkan kemanusiaan sebagai prioritas tertinggi. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.