MENU
Update Tragedi Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, Korban Tewas-Luka dan...
WA FB
News

Update Tragedi Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, Korban Tewas-Luka dan Hilang

R Editor : Redaksi Sinata | 30 Sep 2025 | 16:33 WIB
Update Tragedi Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, Korban Tewas-Luka dan Hilang
Tragedi musala ambruk Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo tewaskan 3 santri, puluhan luka-luka, dan puluhan lain masih terjebak reruntuhan.

Sinata.id - Suasana khusyuk salat Asar di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, berubah menjadi kepanikan mencekam. Senin (29/9/2025) sore, bangunan musala yang masih dalam tahap pembangunan mendadak runtuh. Ratusan santri yang sedang berjemaah tertimpa reruntuhan.

Menurut keterangan awal, musibah ini dipicu kegagalan konstruksi. Sejak pagi, pekerja melakukan pengecoran lantai atas.

Diduga tiang penyangga tidak mampu menahan beban cor yang semakin berat.

Sekitar pukul 15.00 WIB, musala roboh dan menimpa para santri serta pekerja yang berada di dalam maupun sekitar bangunan.

Data Korban Meninggal, Luka, dan Hilang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut musibah ini masuk kategori bencana kegagalan teknologi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan perlunya penerapan standar keselamatan yang ketat agar tragedi serupa tak berulang.

Hingga Selasa siang (30/9/2025), tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan berhasil mengevakuasi 102 orang.

Dari jumlah itu, 77 orang mengalami luka-luka, sementara 25 lainnya selamat tanpa cedera.

Namun, 38 orang masih dinyatakan hilang dan diduga terjebak di bawah puing-puing.

Tiga korban meninggal dunia telah teridentifikasi:

  • Maulana Alfan Abrahimafic (15)

  • Mochammad Mashudulhaq (14)

  • Muhammad Soleh (22)

Ketiganya sudah dimakamkan pihak keluarga.

Suara Korban dari Bawah Reruntuhan

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengungkapkan ada santri yang masih bisa berkomunikasi dengan petugas dari balik puing.

Namun evakuasi berjalan sulit. Petugas tidak berani menggunakan alat berat karena khawatir sisa bangunan kembali roboh.

“Kami minta keluarga santri tetap memantau informasi dari posko. Jangan berkerumun di lokasi agar proses evakuasi tidak terganggu,” tegas Adhy.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menambahkan bahwa tim sempat berinteraksi dengan tujuh korban yang masih hidup di bawah reruntuhan.

Namun kondisi di lapangan rawan, ditambah kerumunan warga yang menimbulkan kebisingan dan menghambat konsentrasi petugas.

Rumah Sakit Kewalahan

Korban luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo. RSUD Sidoarjo menerima 34 pasien, RS Delta Surya merawat 4 korban, dan RS Siti Hajar menangani 38 orang.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.