MENU
Usul Telur Bebek Masuk Menu MBG, DPR RI Dorong Pemerintah Berikan Subs...
WA FB
Nasional

Usul Telur Bebek Masuk Menu MBG, DPR RI Dorong Pemerintah Berikan Subsidi Pakan Ternak

G Editor : Gunawan Purba | 18 May 2026 | 19:39 WIB
Usul Telur Bebek Masuk Menu MBG, DPR RI Dorong Pemerintah Berikan Subsidi Pakan Ternak
Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru'yat (ft: parlementaria)

Jakarta, Sinata.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru'yat, mengusulkan agar telur bebek dimasukkan ke dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperkaya variasi sumber protein, tetapi juga dapat membantu para peternak bebek yang saat ini mengalami tekanan ekonomi.

Achmad menilai usulan tersebut layak menjadi perhatian serius Badan Gizi Nasional (BGN) karena kebutuhan protein dalam program MBG tidak secara khusus membatasi jenis telur yang digunakan.

Ia menyebut telur bebek memiliki kandungan protein yang baik dan dapat menjadi alternatif selain telur ayam dalam penyediaan menu bergizi bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Achmad di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Politikus yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI juga menilai, bahwa keberagaman bahan pangan penting untuk mendukung kualitas menu dalam program MBG.

Selain mendorong penyerapan hasil produksi peternak, Achmad juga menyoroti belum adanya subsidi pakan ternak dari pemerintah.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sektor pertanian yang mendapat alokasi subsidi pupuk cukup besar dalam APBN 2025.

Menurutnya, negara seharusnya hadir memberikan perlindungan yang adil kepada para peternak melalui kebijakan anggaran, termasuk kemungkinan pemberian subsidi pakan ternak.

Ia menilai dukungan pemerintah penting agar peternak, khususnya peternak bebek, mampu bertahan di tengah tingginya biaya produksi. (A18)

Sumber: Parlementaria

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.