MENU
Video WNA Main DJ di Gunung Batur Viral, Dispar Bangli Buka Suara
WA FB
Trending

Video WNA Main DJ di Gunung Batur Viral, Dispar Bangli Buka Suara

J Editor : Jansen Siahaan | 17 Apr 2026 | 21:40 WIB
Video WNA Main DJ di Gunung Batur Viral, Dispar Bangli Buka Suara
Seorang WNA yang nge-DJ di puncak Gunung Batur, Bali. (instagram@denpasar.viral)

Bali, Sinata.id — Video yang memperlihatkan seorang warga negara asing (WNA) memainkan perangkat DJ di puncak Gunung Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, viral di media sosial.

Video berdurasi sekitar 35 menit tersebut diunggah oleh akun Instagram @denpasar.viral dan menuai beragam tanggapan dari warganet.

Dalam video itu, seorang pria WNA tampak memainkan perangkat DJ saat matahari terbit di puncak Gunung Batur. Sejumlah pendaki terlihat berkumpul di sekitarnya. Ada yang merekam menggunakan ponsel, sementara lainnya hanya menyaksikan.

Picu Pro dan Kontra

Aksi tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian menilai kegiatan itu merupakan bagian dari produksi konten kreatif atau video klip.

Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan perizinan kegiatan tersebut, mengingat lokasi berada di kawasan gunung yang identik dengan ketenangan dan kelestarian alam.

“Ke gunung mencari ketenangan, kok malah mendapatkan kebisingan,” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar, Jumat (17/4/2026).

Selain itu, muncul kekhawatiran terkait potensi pelanggaran aturan serta dampaknya terhadap kenyamanan para pendaki lainnya.

Dispar Bangli Belum Terima Laporan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli, Wayan Dirgayusa, mengaku belum menerima laporan resmi terkait aktivitas tersebut.

Ia juga menyebut belum dapat memastikan waktu kejadian dalam video yang beredar.

“Saya belum mendapatkan informasi dari pengelola di lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Gunung Batur Destinasi Favorit Wisatawan

Gunung Batur merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Gunung dengan ketinggian sekitar 1.717 meter di atas permukaan laut ini dikenal sebagai lokasi favorit untuk menikmati panorama matahari terbit dari puncaknya.

Peristiwa ini pun kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya menjaga etika dan aturan dalam aktivitas wisata alam, terutama di kawasan yang memiliki nilai konservasi dan spiritual. (A02)

 

 

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.