Saat menunggu proses administrasi, Nina sempat meninggalkan ruangan. Ketika kembali, ia melihat seorang perempuan yang berada di ruang tunggu sedang menggendong bayi dengan selimut yang mirip miliknya.
Ia kemudian memeriksa inkubator dan mendapati tempat bayinya kosong. Nina langsung menghampiri perempuan tersebut dan memastikan bahwa bayi yang digendong adalah anaknya.
Perawat kemudian dipanggil dan bayi tersebut diambil kembali. Menurut pengakuannya, perawat menyebut bayi sempat diberikan karena Nina tidak berada di tempat saat dipanggil.
Nina juga menyoroti bahwa gelang identitas bayinya sudah tidak terpasang, yang membuatnya semakin panik. Ia mempertanyakan prosedur tersebut karena bayi seharusnya diserahkan setelah seluruh proses administrasi selesai.
Peristiwa ini membuatnya mengalami tekanan psikologis. Ia mengaku sulit tidur dan terus teringat kejadian tersebut, serta membayangkan kemungkinan terburuk jika bayinya sempat keluar dari area rumah sakit.
Kisah tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian luas dari publik. Banyak pihak menyoroti pentingnya standar keamanan, identifikasi, serta pengawasan ketat di ruang perawatan bayi di fasilitas kesehatan. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.