Pematangsiantar, Sinata.id – Dunia maya dihebohkan oleh insiden glitch filter kecantikan saat siaran langsung yang membuat seorang influencer asal China kehilangan sekitar 140 ribu pengikut dalam waktu singkat.
Seperti dilansir Sabtu (21/2/2026), peristiwa itu terjadi ketika sang kreator tengah melakukan live streaming sambil menari mengikuti musik latar. Dalam beberapa detik, filter kecantikan yang biasanya membuat wajahnya tampak lebih pucat, tirus, dan halus tiba-tiba mengalami gangguan.
Akibatnya, wajah asli sang influencer terlihat jelas sebelum filter kembali aktif dan berubah-ubah secara tidak stabil.
Reaksi Warganet Terbelah
Respons publik pun terpecah. Sebagian netizen mengaku kecewa karena merasa tertipu oleh citra digital yang selama ini ditampilkan. Komentar bernada sarkastik bermunculan, bahkan ada yang menyebut filter tersebut sebagai “topeng digital” yang akhirnya terlepas.
Namun, tidak sedikit pula yang membela sang influencer. Banyak pengguna menilai wajah aslinya tetap menarik dan menyayangkan munculnya perundungan setelah video tersebut viral. Beberapa komentar justru menyoroti kerasnya standar kecantikan di media sosial saat ini.
Penurunan sekitar 140 ribu followers dianggap menjadi bukti kuat besarnya ketergantungan industri kreator pada citra visual yang dianggap “sempurna”. Dalam ekosistem live streaming, jumlah pengikut berkaitan langsung dengan potensi pendapatan, baik dari endorsement maupun hadiah virtual.
Sorotan Standar Kecantikan Asia Timur
Perdebatan ini kembali membuka diskusi lama mengenai standar kecantikan di Asia Timur, khususnya di China, Jepang, dan Korea Selatan. Kulit cerah, wajah tirus, dagu lancip, serta fitur simetris kerap dianggap sebagai gambaran ideal.
Secara historis, praktik memutihkan kulit telah berlangsung selama berabad-abad. Di Jepang, penggunaan bedak putih tradisional seperti oshiroi pernah menjadi simbol kemurnian dan status sosial pada era pra-industri. Standar tersebut kemudian berevolusi di era digital melalui teknologi filter dan aplikasi penyunting wajah.
Teknologi kecerdasan buatan semakin memperhalus manipulasi visual ini. Pada 2023, TikTok meluncurkan filter Bold Glamour yang disebut ultra-realistis karena mampu mengubah tampilan wajah tanpa terlihat jelas sebagai hasil manipulasi. Fitur semacam ini memicu kekhawatiran karena membuat batas antara wajah asli dan versi digital semakin kabur.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.