Sinata.id - Jagat media sosial diguncang beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang guru dikeroyok muridnya sendiri di lingkungan sekolah. Peristiwa yang terjadi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, itu sontak memantik perdebatan publik tentang relasi guru dan murid yang kian rapuh.
Rekaman berdurasi sekitar 50 detik yang diunggah akun X (Twitter) @b3doel___ pada Selasa (14/1/2026) menampilkan suasana kelas yang awalnya tampak normal.
Sang guru terlihat memegang mikrofon, sementara beberapa siswa menunjukkan ekspresi emosi. Tak lama berselang, situasi berubah menjadi ricuh. Guru tersebut tampak diserbu sejumlah siswa, disertai teriakan histeris siswi di dalam ruangan.
Narasi yang menyertai video itu menyebutkan, pemicu kemarahan diduga berasal dari ucapan sang guru yang dianggap menyinggung kondisi ekonomi orang tua siswa. Kalimat yang mengaitkan murid dengan sebutan “miskin” disebut menjadi bara yang menyulut amarah kolektif.
“Guru itu disebut melontarkan kalimat yang menyinggung ekonomi orang tua murid, hingga memicu emosi dan reaksi keras siswa,” tulis pengunggah video, dikutip Rabu (14/1/2026).
Di bagian akhir video, publik dikejutkan dengan adegan sang guru membawa senjata tajam jenis celurit. Momen tersebut semakin memperkeruh persepsi publik dan memantik reaksi beragam dari warganet.
“Sudah nggak ada adab, sekarang guru dan murid malah gontok-gontokan,” tulis akun @henihanday41434.
“Kalau dibilang menyinggung, ya siapa yang nggak tersinggung,” komentar akun @matcha_creamyy.
Klarifikasi Guru: Bantah Hina Murid, Akui Tampar Siswa karena Ucapan Tak Pantas
Di tengah derasnya opini publik, guru yang menjadi korban pengeroyokan, Agus Saputra, akhirnya angkat bicara.
Melalui unggahan akun TikTok @cerita.jambi pada hari yang sama, Agus mendatangi Dinas Pendidikan Jambi untuk memberikan klarifikasi.
Agus membantah tudingan bahwa dirinya menghina murid dengan menyebut miskin. Ia justru mengaku telah lama menjadi sasaran perundungan verbal oleh sejumlah siswa, bahkan berlangsung hingga tiga tahun terakhir.
Ia tak menampik sempat menampar seorang siswa. Namun, menurutnya, tindakan itu terjadi secara refleks setelah dirinya dihina dengan kata-kata yang dinilai tidak pantas.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.