“Waktu itu saya masuk kelas dan bertanya siapa yang meneriaki saya dengan kata-kata tidak pantas. Dia mengaku, dan saya refleks menampar satu kali,” ujar Agus.
Kedatangannya ke Dinas Pendidikan, kata Agus, merupakan langkah awal untuk melaporkan kejadian sebenarnya sekaligus meminta arahan resmi sebagai aparatur di bawah naungan dinas.
“Kalau saya tidak mengadu ke dinas, saya harus mengadu ke mana? Ini langkah awal agar pimpinan tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ungkapnya.
Meski membuka peluang menempuh jalur hukum, Agus menegaskan langkah tersebut belum diambil. Ia memilih menunggu arahan dan pertimbangan dari Dinas Pendidikan.
“Kami sepakat tidak langsung membawa ke ranah hukum. Semua perlu pertimbangan dan izin, agar tidak bertindak berlebihan,” katanya.
Agus juga menegaskan, dalam hampir 16 tahun mengajar, insiden menampar siswa baru pertama kali ia lakukan. Emosi itu, menurutnya, merupakan akumulasi perundungan verbal yang dialami selama bertahun-tahun.
“Bukan satu atau dua orang. Hampir satu kelas, khususnya siswa laki-laki, melakukan ucapan-ucapan yang tidak menyenangkan selama dua sampai tiga tahun,” tandasnya.
Ketua OSIS Buka Suara: Minta Guru Dimutasi, Sebut Sering Menindas
Namun polemik belum berhenti. Pernyataan berbeda datang dari Ketua OSIS SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Dalam video permintaan maaf berdurasi 43 detik yang juga diunggah akun TikTok @cerita.jambi, Ketua OSIS menyampaikan penyesalan atas viralnya video pengeroyokan tersebut.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak dan instansi terkait atas tersebarnya video pengeroyokan terhadap guru,” ucapnya.
Meski demikian, ia menyebut insiden itu tidak terjadi tanpa sebab. Menurutnya, sosok Agus Saputra selama ini dianggap kerap melakukan tindakan yang dirasakan siswa sebagai penindasan.
“Kami minta maaf, tapi kejadian ini terjadi karena oknum tersebut sering menindas kami di sekolah,” ungkapnya.
Di akhir pernyataan, Ketua OSIS secara terbuka meminta agar Agus Saputra dimutasi dari SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Para siswa, katanya, merasa tidak lagi nyaman jika guru tersebut tetap mengajar di sekolah itu.
“Kami hanya ingin beliau dipindahkan, karena kami merasa tidak nyaman jika beliau masih berada di sekolah ini,” tegasnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.