Pematangsiantar, Sinata.id – Sebuah papan bunga misterius mendadak menyita perhatian dan memicu kehebohan di Kota Pematangsiantar.
Tidak seperti umumnya yang berisi ucapan selamat atau belasungkawa, papan bunga tersebut justru memuat sindiran tajam yang langsung menarik perhatian publik.
Papan bunga itu terpasang di bahu Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di sekitar Kantor Pengadilan Negeri Pematangsiantar dan berseberangan dengan Kantor DPRD Kota Pematangsiantar. Lokasi yang strategis membuat pesan tersebut seolah dipertontonkan kepada masyarakat luas, Rabu (29/4/2026).
Tulisan yang tertera berbunyi: “Teruntuk Cindi Ayu Andira, gaya elit bayar utang sulit.” Kalimat tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Dalam waktu singkat, papan bunga itu menjadi viral. Sejumlah warga yang melintas tampak memperlambat kendaraan, bahkan ada yang berhenti untuk mengambil foto dan video. Dokumentasi tersebut kemudian menyebar luas di media sosial.
“Ini bukan sekadar ucapan biasa, melainkan seperti sindiran terbuka. Siapa pengirimnya dan apa maksudnya masih menjadi tanda tanya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah pihak menduga pesan tersebut berkaitan dengan persoalan utang-piutang yang sengaja disampaikan ke ruang publik dengan cara tidak lazim. Namun hingga saat ini, belum ada pihak yang mengaku sebagai pengirim, dan identitas pasti pihak yang dimaksud dalam papan bunga tersebut juga belum terkonfirmasi.
Fenomena ini pun memunculkan beragam reaksi. Sebagian warga menilai hal itu sebagai bentuk keberanian menyampaikan pesan, sementara lainnya menganggap tindakan tersebut kurang etis karena menyangkut persoalan pribadi yang diumbar ke publik.
Terlepas dari pro dan kontra, papan bunga tersebut kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Di tengah padatnya arus lalu lintas Jalan Jenderal Sudirman, pesan bernada sindiran itu berubah menjadi tontonan publik dan viral di Kota Pematangsiantar. (SN10)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.