MENU
Wabup Simalungun Temukan Sejumlah Catatan saat Monitoring Dapur MBG di...
WA FB
Simalungun

Wabup Simalungun Temukan Sejumlah Catatan saat Monitoring Dapur MBG di Raya

J Editor : Jansen Siahaan | 23 Apr 2026 | 12:42 WIB
Wabup Simalungun Temukan Sejumlah Catatan saat Monitoring Dapur MBG di Raya
Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga saat memeriksa bahan makanan. (diskominfosimalungun)

Simalungun, Sinata.id – Wakil Bupati (Wabup) Simalungun, Benny Gusman Sinaga, melakukan monitoring terhadap tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Raya, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini dilakukan bersama Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Simalungun.

Tiga dapur yang ditinjau yakni SPPG Bahapal Raya, SPPG Yayasan Karya Pangan Bergizi, dan SPPG Yayasan DS Cikoko. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pengolahan makanan, ketersediaan bahan baku, serta kelengkapan fasilitas pendukung operasional.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Benny meninjau langsung proses pengolahan makanan, mulai dari tahap persiapan hingga distribusi kepada penerima manfaat yang mayoritas merupakan anak usia sekolah.

Temuan dan Catatan Perbaikan

Secara umum, pelaksanaan program berjalan baik. Namun, tim Satgas menemukan sejumlah aspek yang perlu segera diperbaiki.

Salah satu catatan utama adalah pengelolaan limbah dapur yang belum memenuhi standar kesehatan dan lingkungan. Limbah cair masih mengandung sisa lemak yang mengendap di kolam penampungan, sehingga belum layak dialirkan ke saluran umum.

Selain itu, ditemukan kerusakan pada fasilitas penunjang, seperti alat pemanas air (water heater) yang digunakan untuk mencuci peralatan. Kondisi ini berpotensi menghambat proses pembersihan yang optimal.

Penataan tabung gas juga menjadi perhatian karena dinilai belum memenuhi standar keamanan, sehingga perlu ditata ulang untuk mengurangi risiko bahaya.

Dari sisi bahan baku, pengelola dapur mengaku mengalami kendala dalam memperoleh ikan laut segar. Jarak distribusi yang cukup jauh dari sumber pasokan menyebabkan kualitas ikan berisiko menurun selama pengiriman.

Sebagai solusi sementara, dapur menggunakan ikan beku yang dinilai lebih stabil dari sisi kualitas dan ketersediaan.

Menanggapi temuan tersebut, Benny menegaskan agar seluruh pengelola dapur segera melakukan pembenahan.

“Masih ada beberapa hal yang perlu segera dibenahi, terutama terkait sistem pembuangan limbah dan proses persiapan sebelum distribusi makanan. Kami minta perbaikan dilakukan secepatnya, dengan tetap menjaga kualitas dan kebersihan makanan,” tegasnya.

Selain meninjau dapur, tim Satgas juga mengunjungi dua sekolah penerima program, yakni SD Negeri 095157 dan SD Negeri 091316 Pematang Raya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.