MENU
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Imbau PKL Pindah dari Jalan, Penertiban P...
WA FB
Regional

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Imbau PKL Pindah dari Jalan, Penertiban Pasar Bahagia Segera Dilakukan

B Editor : Brian Nicholson | 11 Apr 2026 | 16:12 WIB
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Imbau PKL Pindah dari Jalan, Penertiban Pasar Bahagia Segera Dilakukan
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina berdialog langsung dengan pedagang di kawasan Pasar Bahagia saat melakukan peninjauan dan sosialisasi penataan PKL, Sabtu (11/4/2026). (Photo: Ist)

Tanjungbalai, Sinata.id – Pemerintah Kota Tanjungbalai mulai melakukan penataan kawasan Pasar Bahagia guna menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman. Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, turun langsung ke lapangan untuk mengimbau para pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di bahu jalan dan trotoar agar segera berpindah ke lapak resmi yang telah disediakan pemerintah, Sabtu (11/4/2026).

Dalam kunjungannya, Wakil Wali Kota melakukan pendekatan dialogis dengan para pedagang sekaligus membagikan surat imbauan agar mereka mengosongkan lapak di badan jalan paling lambat Selasa (14/4). Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan pasar melalui pendekatan persuasif dan sosialisasi, bukan tindakan sepihak.

Fadly menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berdagang, namun aktivitas tersebut harus dilakukan di lokasi yang telah disediakan demi menjaga ketertiban, kebersihan, serta kelancaran arus lalu lintas di kawasan Pasar Bahagia.

“Pemerintah hanya menata agar pedagang berjualan di tempat yang aman dan nyaman tanpa mengganggu jalan serta pejalan kaki,” ujarnya di hadapan para pedagang.

Ia juga meminta seluruh petugas untuk bersiap melaksanakan penertiban pada Rabu (15/4). Dinas Perdagangan dan Perindustrian diminta mendata seluruh pedagang yang telah menerima surat imbauan, agar tidak ada alasan saat penertiban dilakukan.

Selain itu, Fadly mengingatkan agar proses penertiban dilakukan tanpa tebang pilih serta tetap mengedepankan pendekatan humanis guna menghindari gesekan dengan masyarakat. Dinas Perhubungan juga diminta menata parkir dan lokasi mangkal becak bermotor (betor) agar tidak menggunakan badan jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

“Semua PKL harus ditertibkan secara merata, jangan sampai ada yang tertinggal. Petugas juga harus menghindari gesekan dengan masyarakat dan menata parkir serta betor agar tidak menyebabkan kemacetan di kawasan pasar,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Agus, menyatakan kesiapannya untuk pindah dari badan jalan. Namun, ia berharap pemerintah dapat berlaku adil dan tidak memberikan lapak yang telah dikosongkan kepada pedagang baru.

“Kami siap pindah, asalkan tidak ada tebang pilih dan tempat yang sudah kami tinggalkan tidak diberikan kepada pedagang baru,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.