MENU
Wamenkes Dante Dorong Sistem Peringatan Dini Polusi Udara Berbasis Dat...
WA FB
Nasional

Wamenkes Dante Dorong Sistem Peringatan Dini Polusi Udara Berbasis Data Terpadu

T Editor : Tigor Munthe | 19 May 2026 | 10:22 WIB
Wamenkes Dante Dorong Sistem Peringatan Dini Polusi Udara Berbasis Data Terpadu
Polusi udara. (Foto: Ist)

Jakarta, Sinata.id  – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini polusi udara berbasis data terpadu untuk melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat pencemaran udara.

Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional Sistem Peringatan Dini Polusi Udara yang digelar Universitas Indonesia bersama Research Center for Climate Change (RCCC) UI di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Dalam pidatonya, Dante mengajak masyarakat melihat dampak nyata polusi udara melalui kondisi sehari-hari di wilayah Jabodetabek.

Ia menggambarkan bagaimana Gunung Salak dan Gunung Gede hanya terlihat jelas setelah hujan deras karena polusi udara berkurang sementara.

“Kabut abu-abu itulah polusi udara yang ada di sekitar kita setiap hari,” ujar Dante.

Menurutnya, polusi udara menjadi ancaman kesehatan serius bagi seluruh kelompok usia.

Anak-anak berisiko mengalami pneumonia dan gangguan tumbuh kembang, sementara lansia rentan mengalami penurunan fungsi organ.

Selain itu, penderita penyakit kronis dan pekerja luar ruangan juga menghadapi risiko gangguan kesehatan seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Dante menyebut Kementerian Kesehatan terus memperkuat transformasi layanan kesehatan untuk menghadapi dampak polusi udara, mulai dari aspek promotif hingga kesiapan fasilitas kesehatan.

Namun, ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah belum adanya sistem data terpadu yang menghubungkan kualitas udara dengan dampak kesehatan masyarakat secara langsung.

“Celah inilah yang menjadi peluang kita untuk sama-sama memperkuat sistem peringatan dini melalui integrasi data yang kuat,” katanya dikutip Selasa (19/5/2026).

Ia berharap seminar nasional tersebut mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung pengembangan sistem peringatan dini polusi udara yang responsif, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Indri Hapsari Susilowati, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, isu kesehatan saat ini tidak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan dan perubahan ekosistem.

Karena itu, seminar tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kebijakan dan aksi nyata dalam pengendalian polusi udara.

Seminar nasional ini dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, serta pegiat lingkungan dan kesehatan dari wilayah Jabodetabek. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.