MENU
Warga Kritisi Pesta Perayaan HUT Simalungun Ketika Jalan Rusak Masih B...
WA FB
Simalungun

Warga Kritisi Pesta Perayaan HUT Simalungun Ketika Jalan Rusak Masih Banyak Ditemukan

G Editor : Gunawan Purba | 19 Apr 2026 | 12:15 WIB
Warga Kritisi Pesta Perayaan HUT Simalungun Ketika Jalan Rusak Masih Banyak Ditemukan
Kondisi jalan rusak di Perdagangan, Kabupaten Simalungun

Simalungun, Sinata.id - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-193 Kabupaten Simalungun yang berlangsung meriah di Raya, Sabtu (18/4/2026) malam, menuai sorotan publik.

Di tengah kemeriahan acara, sejumlah warga justru melontarkan kritik terkait kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih memprihatinkan, khususnya di wilayah Simalungun bawah.

Kritik tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di grup Facebook Komunitas Kota Perdagangan menjadi viral dan ramai diperbincangkan, Minggu (19/4/2026).

Unggahan yang dikaitkan dengan akun Ismoyo Adnan itu menyoroti ketimpangan antara perayaan yang digelar pemerintah daerah dengan kondisi jalan di sejumlah wilayah yang rusak.

Dalam unggahan tersebut, kondisi jalan digambarkan berlubang, becek, dan sulit dilalui, bahkan disebut menyerupai dampak banjir bandang. Penulis unggahan menilai pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat dibandingkan menggelar pesta seremonial.

“Perayaan boleh saja, tapi jangan sampai melupakan kondisi masyarakat. Jalan-jalan di kampung kami hancur, aktivitas warga terganggu. Ini yang seharusnya jadi prioritas,” tulisnya.

Unggahan itu memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar bernada kritik hingga sindiran bermunculan, mencerminkan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Seorang pengguna menilai perayaan tersebut tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan hanya menghabiskan anggaran. Sementara pengguna lainnya menyoroti ketimpangan antara kemeriahan acara dengan kondisi warga yang masih menghadapi kesulitan akibat infrastruktur yang rusak.

Ada pula komentar yang menyindir kondisi akses transportasi yang kerap tergenang, hingga menyebut warga membutuhkan sarana alternatif untuk melintas. Kritik bernuansa satire juga muncul, menyinggung dugaan bahwa kondisi jalan seolah dibiarkan untuk kepentingan tertentu.

Gelombang reaksi di media sosial ini menunjukkan meningkatnya keresahan masyarakat, terutama di daerah yang merasa belum tersentuh pembangunan secara merata.

Warga berharap momentum hari jadi Kabupaten Simalungun tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi titik evaluasi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Simalungun terkait polemik yang berkembang di media sosial tersebut. Perayaan HUT ke-193 ini pun tidak hanya menyisakan kemeriahan, tetapi juga memunculkan ruang kritik dari masyarakat. (SN10)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.