Pada Selasa (16/12/2025), sejumlah personel Bareskrim Polri juga terlihat naik ke kawasan PT TBS dan lahan milik masyarakat, menggunakan kendaraan dinas berpelat merah asal Tapanuli Selatan serta dua unit sepeda motor. Kedatangan tim tersebut diketahui untuk mengambil sampel kayu dan tanah yang diduga akan diuji di laboratorium.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Anggoli, Oloan Pasaribu, yang turut hadir di lokasi. Ia menilai mustahil kayu gelondongan tersebut bersumber dari lahan PT TBS.
Sebagian lahan masyarakat yang diplasmakan hanya sekitar 18 hektare. Masyarakat tidak sanggup mengelola, sehingga dikelola perusahaan. Jadi sangat tidak masuk akal jika kayu sebanyak itu berasal dari sana, kata Oloan.
Oloan mengakui memang terdapat beberapa titik longsor di wilayah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan daerah mata air. Logikanya, di bawah masih banyak lahan masyarakat yang diplasmakan tapi belum dioperasikan. Kalau pun ada longsor kecil, kayunya pasti tertahan dan tidak mungkin sampai ke Sungai Garoga.
"Itu sangat mustahil," ujarnya.
Bahkan, Oloan mengaku telah melakukan pengecekan menggunakan drone dari area mata air hingga anak Sungai Aek Na Hombar. Dari hasil pemantauan tersebut, ditemukan sekitar 10 titik longsoran besar yang sebagian besar berasal dari lahan masyarakat, bukan dari area kebun Plasma.
Itu longsoran dari lahan masyarakat, tapi bukan dari atas sini, ucapnya.
Ia juga menyinggung video yang beredar di media sosial, yang diunggah oleh Kepala Desa Sibibio, Tapteng. Dalam video tersebut, terlihat debit air pada peristiwa 25 November 2025 jauh lebih besar dan disertai kayu-kayu yang berluruhan.
Dalam video tersebut, terlihat sungai Sosopan yang berasal dari Garonggang, Tapanuli Selatan, meluluhlantakkan Desa Sibiobio.
Kalau ada yang menuding kayu itu dari kebun PT TBS, ya aneh saja. Makanya, penyelidikan ini harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh, katanya.
Oloan menyarankan agar penyelidikan difokuskan pada daerah aliran sungai (DAS) mulai dari temuan kayu hingga ke hulu. Menurutnya, sumber kayu gelondongan lebih masuk akal berasal DAS sebelah kiri Sungai Garoga, yang notabenenya merupakan wilayah Tapanuli Selatan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.