MENU
WFH 1 Hari Segera Diumumkan, Ini Penjelasan Pemerintah
WA FB
Nasional

WFH 1 Hari Segera Diumumkan, Ini Penjelasan Pemerintah

J Editor : Jansen Siahaan | 27 Mar 2026 | 18:25 WIB
WFH 1 Hari Segera Diumumkan, Ini Penjelasan Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (kompas)

Jakarta, Sinata.id – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) selama satu hari dalam sepekan sebagai upaya efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dampak konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa kebijakan tersebut akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

“Pokoknya sudah ditetapkan pekan ini,” ujar Airlangga usai mendampingi Prabowo Subianto menerima investor asal Amerika Serikat, Ray Dalio, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, pengumuman resmi kebijakan WFH tidak akan melewati bulan Maret 2026.

“Secepatnya, bulan ini tinggal beberapa hari lagi. Jadi masih ada waktu,” katanya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo terus memantau perkembangan kebijakan tersebut.

“WFH sedang dipantau langsung oleh Presiden. Dalam waktu dekat akan diumumkan oleh Menko Perekonomian,” ujarnya.

Kebijakan WFH satu hari dalam sepekan ini disebut telah disepakati di tingkat kabinet dan tinggal menunggu arahan resmi dari Presiden.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan diterapkan di semua sektor. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebutkan bahwa WFH hanya berlaku bagi sektor yang memungkinkan pelaksanaan kerja jarak jauh.

“Sektor pelayanan, industri, dan perdagangan kemungkinan tidak termasuk dalam kebijakan ini,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai kebijakan ini sebagai langkah positif untuk jangka pendek, khususnya dalam menghemat energi.

Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dijadikan solusi tunggal atas persoalan kenaikan harga minyak dunia.

“Ini langkah taktis jangka pendek, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya solusi,” ujarnya.

Rencana penerapan WFH ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam merespons lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi mobilitas harian masyarakat serta konsumsi BBM, khususnya di wilayah perkotaan.

Pemerintah memastikan kebijakan WFH satu hari dalam sepekan akan segera diumumkan secara resmi kepada publik. Masyarakat diimbau menunggu informasi lanjutan terkait mekanisme dan sektor yang akan terdampak kebijakan tersebut. (A02)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.