MENU
Wing of Zion Diparkir di Berlin, Netanyahu Dikabarkan Kabur?
WA FB
Berita

Wing of Zion Diparkir di Berlin, Netanyahu Dikabarkan Kabur?

R Editor : Redaksi Sinata | 03 Mar 2026 | 16:58 WIB
Wing of Zion Diparkir di Berlin, Netanyahu Dikabarkan Kabur?
Pesawat resmi Israel Wing of Zion dipindahkan ke Jerman di tengah serangan balasan Iran. Berlin menegaskan tak ada Netanyahu di dalamnya, spekulasi pun ditepis. (Ist)

Teheran, Sinata.id - Di tengah sirene serangan udara yang terus meraung di langit Israel, satu pergerakan mencuri perhatian publik internasional: pesawat resmi pemerintah Israel, Wing of Zion, terdeteksi terbang ke Jerman.

Langkah itu memicu spekulasi liar di media sosial. Isu yang beredar menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan negaranya untuk menghindari serangan balasan Iran. Namun pemerintah Jerman buru-buru meluruskan kabar tersebut.

Juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merz, Stefan Kornelius, memastikan bahwa tidak ada pejabat tinggi Israel di dalam pesawat saat mendarat di Berlin pada Sabtu malam.

“Pemerintah Israel meminta izin untuk memarkir pesawat ini di sini. Kami dengan senang hati memenuhi permintaan tersebut,” ujar Kornelius dalam konferensi pers di Berlin, dikutip Selasa (3/3/2026). Ia menegaskan, pesawat itu hanya membawa awak penerbangan.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat tersebut lepas landas dari Israel pada Sabtu siang. Pesawat sempat berputar beberapa jam di atas Laut Mediterania sebelum akhirnya mengarah ke Jerman dan mendarat di Berlin pada malam hari.

Wing of Zion merupakan Boeing 767 yang dimodifikasi khusus sebagai pesawat kenegaraan Israel. Pesawat ini dilengkapi sistem komunikasi terenkripsi dan fasilitas keamanan tinggi, serta biasa digunakan untuk perjalanan resmi Presiden dan Perdana Menteri Israel ke luar negeri.

Pemindahan pesawat ini terjadi di tengah eskalasi perang terbuka antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik meledak setelah Washington dan Tel Aviv meluncurkan serangan besar ke berbagai instalasi strategis di Teheran dan kota-kota lain pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran merespons cepat. Gelombang rudal dan drone diluncurkan ke berbagai wilayah Israel. Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka. Serangan balasan juga menyasar pangkalan militer di sejumlah negara Teluk. Hingga kini, enam tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas akibat serangan rudal Iran.

Di tengah tekanan militer yang terus meningkat, langkah Israel mengamankan aset strategis seperti pesawat kepresidenan memunculkan pertanyaan baru: apakah ini sekadar prosedur keamanan standar, atau sinyal bahwa konflik diperkirakan akan berlangsung panjang?

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.