4. Yaman – USD1.674 (± Rp28 juta)
Konflik sejak 2014 memporakporandakan hampir seluruh sektor ekonomi. Minyak berhenti diekspor, pendapatan negara runtuh, dan kelaparan ekstrem mengintai lebih dari separuh penduduk.
3. Republik Afrika Tengah – USD1.329 (± Rp22,2 juta)
Meski kaya emas dan berlian, perpecahan internal dan lemahnya kontrol pemerintah membuat rakyat tetap hidup dalam kemiskinan akut.
2. Burundi – USD1.015 (± Rp17 juta)
Sumber daya alam terbatas, perang saudara berkepanjangan, dan inflasi yang bisa menembus 40% menjadi faktor pembentuk kemelaratan struktural negara ini.
1. Sudan Selatan – USD716 (± Rp12 juta)
Negara termuda di dunia ini justru menghadapi masa depan paling suram. Kekayaan minyak berubah menjadi sumber konflik berkepanjangan. Infrastruktur rusak, inflasi gila-gilaan, dan hampir seluruh populasi terancam jatuh di bawah garis kemiskinan tahun ini.
Posisi Indonesia di Peta Global
Indonesia berada di peringkat 83 sebagai negara termiskin jika dihitung berdasarkan PPP per kapita, yakni USD17.611 (± Rp295 juta).
Artinya, Indonesia jauh di atas kelompok negara termiskin, namun masih menghadapi PR besar, seperti ketimpangan wilayah, akses pendidikan, hingga persoalan pembangunan yang belum sepenuhnya merata. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.