Belum pulih dari krisis itu, perang di Ukraina memicu gelombang baru, yakni harga pangan melambung, energi melesat liar, dan banyak negara kaya justru mengurangi bantuan luar negeri.
Pembubaran sebagian program kemanusiaan bahkan diperkirakan bisa memicu jutaan kematian yang sebenarnya dapat dicegah hingga tahun 2030.
Di sisi lain, jurang antara negara kaya dan miskin terus melebar.
Hutang luar negeri menggunung, perubahan iklim menghantam tanpa ampun, perdagangan global timpang, dan akses terhadap teknologi makin tidak merata.
Negara-negara kaya menikmati daya beli lebih dari USD118.000 per tahun, sementara di jajaran negara termiskin, angka itu bahkan tak tembus USD2.000.
Daftar 10 Negara Termiskin di Dunia (PPP per kapita) – 2025
Dikutip Sinata.id dari Laporan Global Finance pada Selasa (18/11/2025), inilah 10 negara termiskin di dunia:10. Madagaskar – USD2.043 (± Rp34,2 juta)
Sejak kemerdekaan pada 1960, negeri kepulauan ini tak pernah benar-benar pulih dari pergolakan politik. Korupsi, badai topan, kekeringan, dan banjir silih berganti merusak lahan pangan, mendorong 75% penduduk hidup dalam kemiskinan.
9. Liberia – USD2.005 (± Rp33,5 juta)
Meski menjadi republik tertua di Afrika, stabilitas ekonomi belum pernah benar-benar tercapai. Harapan sempat muncul saat pemerintahan baru terbentuk pasca 2023, tetapi tantangan seperti korupsi, infrastruktur buruk, dan sektor informal yang dominan masih menekan laju ekonomi.
8. Somalia – USD1.915 (± Rp32 juta)
Bangkit di tengah konflik dan bencana bukan perkara mudah. Hampir 70% warganya hidup di bawah garis kemiskinan global. Kekeringan, banjir, dan ancaman kelompok bersenjata terus membayangi.
7. Republik Demokratik Kongo – USD1.884 (± Rp31,5 juta)
Negara dengan salah satu cadangan mineral terbesar di dunia ini justru terseok di kubangan korupsi dan instabilitas selama puluhan tahun. Kekayaan tembaga, kobalt, hingga hutan tropis belum mampu mengerek kesejahteraan rakyat.
6. Malawi – USD1.777 (± Rp29,8 juta)
Ekonominya bertumpu pada pertanian tadah hujan. Ketika cuaca tak berpihak, inflasi melonjak, mata uang terjun bebas, dan krisis pangan tak terhindarkan.
5. Mozambik – USD1.728 (± Rp28,9 juta)
Meski dianugerahi cadangan gas besar, negara ini masih kesulitan bangkit akibat serangan kelompok ekstremis, ketidakstabilan politik, dan dampak perubahan iklim.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.