Jakarta, Sinata.id – Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat anggota TNI yang diduga melakukan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Puspom TNI juga telah melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku.
“Melakukan kegiatan membuat laporan polisi, mungkin nanti dari saksi korban. Kemudian melakukan penahanan sementara kepada empat orang terduga tersebut,” kata Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Puspom TNI juga akan mengajukan permohonan visum et repertum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
“Kita akan mengajukan permohonan visum et repertum ke RSCM,” lanjutnya.
Para tersangka kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan. Mereka akan ditahan di Pomdam Jaya.
“Para tersangka sudah kita amankan dan sudah kita lakukan pemeriksaan di Puspom TNI. Untuk tempat penahanannya, kita akan lakukan penahanan dengan dititipkan di Pomdam Jaya. Di sana terdapat fasilitas tahanan dengan pengamanan maksimum (super maximum security),” tuturnya.
Adapun keempat pelaku tersebut berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. Puspom TNI masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini.
“Saat ini empat tersangka sudah diamankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman hingga ke tahap penyidikan,” kata Yusri.
TNI juga masih mendalami motif penyiraman air keras yang dilakukan terhadap Andrie Yunus. Para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Pasal yang dikenakan kepada empat terduga pelaku sementara adalah Pasal 467 KUHP, di mana ancaman hukumannya berkisar antara 4 hingga 7 tahun penjara,” jelas Yusri.
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mabes TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyebutkan bahwa keempat pelaku berasal dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
“Keempat yang diduga pelaku ini adalah Denma Bais TNI,” ujar Yusri.
Mereka terdiri dari Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BWH, dan Serda ES. “Matranya dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara,” jelasnya.
Meski demikian, Yusri belum mengungkap peran masing-masing pelaku maupun motif penyiraman tersebut. “Kami masih mendalami motifnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.