Laporan The New York Times juga mengungkap analisis terhadap lebih dari 134.000 postingan dari 620 kandidat dalam mailing list kriptografi periode 1992–2008.
Hasilnya menunjukkan:
Ditemukan 67 pola kesalahan penulisan yang identik
Kemiripan gaya tanda baca dan diksi teknis
Pola ejaan campuran Inggris dan Amerika
Selain itu, Back merupakan pencipta Hashcash, teknologi yang disebut langsung dalam whitepaper Bitcoin sebagai dasar sistem proof-of-work.
Investigasi juga menyoroti bahwa Back sempat “menghilang” dari diskusi publik saat Bitcoin pertama kali dirilis, dan kembali aktif pada 2011 bertepatan dengan mundurnya Nakamoto dari komunitas.
Pendapat Akademisi dan Spekulasi Publik
Meski demikian, tidak semua pihak sepakat.
Steven Murdoch menyatakan bahwa indikasi yang ada belum cukup kuat untuk menyimpulkan identitas Nakamoto. Ia bahkan masih menganggap Hal Finney sebagai kandidat yang lebih mungkin, mengingat Finney merupakan penerima transaksi Bitcoin pertama.
Spekulasi publik juga semakin memanas. Seorang pengguna Polymarket bernama Domer bahkan mengklaim terdapat “99 persen kemungkinan” Back adalah Nakamoto.
Namun, tanpa bukti kriptografi seperti tanda tangan digital dari dompet asli Nakamoto, klaim tersebut masih belum dapat dibuktikan secara definitif.
Hingga saat ini, identitas Satoshi Nakamoto masih menjadi misteri.
Sebagian komunitas justru menilai anonimitas tersebut sebagai kekuatan utama Bitcoin. Tanpa figur sentral, Bitcoin berkembang sebagai sistem keuangan global yang benar-benar terdesentralisasi dan tidak bergantung pada individu tertentu. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.