Jakarta, Sinata.id – PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkap kebutuhan mendesak petani dan koperasi desa terhadap kendaraan pikap berpenggerak 4x4 untuk menjangkau wilayah terpencil dengan medan berat.
Di sisi lain, perusahaan menilai harga kendaraan double cabin di pasar domestik masih terlalu tinggi.
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut harga pikap double cabin di dalam negeri saat ini bisa mencapai Rp528 juta per unit. Menurutnya, angka tersebut tidak sebanding dengan kemampuan beli petani maupun koperasi desa.
“Saya melihat di katalog, harga kendaraan 4x4 bisa mencapai Rp528 juta. Itu hampir tidak mungkin mampu dibeli petani,” ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan kendaraan 4x4 sangat dibutuhkan untuk mendukung distribusi hasil pertanian, pupuk, hingga logistik di daerah dengan kondisi jalan sulit. Karena itu, Agrinas mencari opsi pengadaan dengan harga yang lebih kompetitif.
Dalam kesempatan yang sama, Joao juga menyinggung dominasi merek lama di pasar pikap 4x4 Indonesia. Ia menilai pasar kendaraan jenis tersebut telah dikuasai pemain yang sama selama puluhan tahun.
Menurutnya, sebagian besar kendaraan 4x4 yang beredar masih berstatus completely built up (CBU) atau diimpor utuh, termasuk dari Thailand. Ia menyebut rantai pasok mesin dan komponen banyak berasal dari luar negeri sebelum akhirnya masuk ke Indonesia.
Joao menilai kondisi tersebut menunjukkan industri 4x4 berbasis produksi lokal belum kuat. Ia menegaskan langkah pengadaan Agrinas dilakukan dengan mempertimbangkan harga, kapasitas pasokan, serta kebutuhan riil di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi keputusan Agrinas mengimpor 105.000 unit kendaraan dari India untuk mendukung operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Rincian Impor
Rencana impor mencakup:
35.000 unit pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd
35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors
35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama
Hingga kini, sekitar 200 unit pikap Mahindra dilaporkan telah tiba di Indonesia.
Agrinas merupakan pelaksana utama pembangunan Kopdes Merah Putih yang ditunjuk pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional dan distribusi logistik koperasi desa di berbagai daerah.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.