Program Kopdes Merah Putih dirancang untuk memperkuat distribusi barang dan aktivitas ekonomi desa, sehingga membutuhkan kendaraan operasional dalam jumlah besar.
Siap Ikuti Arahan Pemerintah
Meski demikian, wacana impor ini menuai kritik dari pelaku industri otomotif karena dinilai berpotensi melemahkan industri dalam negeri.
Joao menegaskan pihaknya siap membatalkan impor apabila diminta pemerintah, meski berpotensi menanggung konsekuensi bisnis. Ia mengungkapkan Agrinas telah meneken kontrak pembelian dan membayar uang muka (down payment) sebesar 30 persen atau sekitar Rp7,39 triliun dari total nilai kontrak Rp24,66 triliun.
“Kami akan loyal dan mengikuti keputusan negara apabila itu untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Saat ini proses impor masih berjalan dan sebagian kendaraan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Agrinas menargetkan hingga akhir Februari 2026 sebanyak 1.000 unit pikap sudah masuk ke Indonesia.
Joao menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah maupun DPR RI terkait penggunaan kendaraan yang telah tiba di Tanah Air. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.