MENU
Anggota DPR RI Minta Pemerintah Siaga Hadapi Super Flu Tanpa Panik
WA FB
Nasional

Anggota DPR RI Minta Pemerintah Siaga Hadapi Super Flu Tanpa Panik

G Editor : Gunawan Purba | 07 Jan 2026 | 19:16 WIB
Anggota DPR RI Minta Pemerintah Siaga Hadapi Super Flu Tanpa Panik
Edy Wuryanto

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mendorong pemerintah agar menanggapi temuan kasus yang disebut “super flu” di Indonesia dengan langkah terukur, sistematis, dan berbasis data.

Ia menegaskan, penanganan "super flu" harus dilakukan pemerintah tanpa kepanikan, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Istilah super flu merujuk pada influenza A (H3N2) subclade K, varian baru virus influenza yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dan kini dilaporkan menyebar di sejumlah negara.

Lonjakan kasus dipengaruhi oleh kurang sesuainya vaksin flu musim ini dengan strain yang dominan, serta rendahnya imunitas masyarakat terhadap subclade tersebut. Kelompok anak-anak, remaja, dan lanjut usia disebut paling rentan terpapar.

Edy menjelaskan bahwa kemunculan varian tersebut sejatinya sudah terpantau melalui sistem surveilans kesehatan nasional.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak bereaksi berlebihan, namun pemerintah juga harus tetap waspada dalam mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.

“Fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan sistem kesehatan berjalan optimal. Bukan sekadar menyampaikan bahwa kondisi aman, tetapi menjamin layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan,” ujar politisi PDI Perjuangan itu, Rabu (7/1/2026).

Ia menilai persoalan super flu tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyangkut arah kebijakan dan alokasi anggaran kesehatan.

Menurutnya, belanja kesehatan perlu lebih difokuskan pada upaya pencegahan, deteksi dini, serta penguatan sistem surveilans penyakit menular, bukan semata respons ketika kasus sudah meningkat.

“Penguatan puskesmas, laboratorium, dan sistem pelaporan penyakit harus menjadi prioritas. Langkah ini penting untuk melindungi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta,” kata Edy.

Selain itu, Legislator dari Dapil Jawa Tengah III tersebut meminta Kementerian Kesehatan segera menyusun dan memperbarui protokol kesehatan yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami publik dalam menghadapi potensi peningkatan kasus influenza. Pedoman yang seragam dinilai penting agar masyarakat tidak bingung.

“Protokol harus disampaikan secara terbuka dan konsisten, termasuk terkait penggunaan masker pada situasi tertentu, kebiasaan cuci tangan, serta panduan bagi sekolah dan fasilitas umum,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.