MENU
APBN Januari 2026 Solid, Pajak Melonjak 30,7 Persen
WA FB
Nasional

APBN Januari 2026 Solid, Pajak Melonjak 30,7 Persen

J Editor : Jansen Siahaan | 23 Feb 2026 | 20:52 WIB
APBN Januari 2026 Solid, Pajak Melonjak 30,7 Persen
Konferensi pers kinerja APBN 2026 hingga 31 Januari 2026, di kantor Kementerian Keuangan. (istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga 31 Januari menunjukkan hasil yang solid. Kenaikan penerimaan pajak dan percepatan belanja negara dinilai menjadi sinyal perbaikan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pendapatan negara per Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun atau tumbuh 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama ditopang penerimaan pajak sebesar Rp116,2 triliun, melonjak 30,7 persen secara tahunan.

Peningkatan pajak didorong oleh sektor industri pengolahan dan perdagangan yang mencerminkan aktivitas ekonomi semakin membaik.

“Pertumbuhan pajak pada Januari tumbuh 30,7 persen dibandingkan tahun lalu. Ini artinya ada perbaikan ekonomi maupun efisiensi pengumpulan pajak. Saya harap ke depan akan berlanjut,” kata Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Secara bruto, penerimaan pajak Januari 2026 tercatat Rp170,3 triliun atau tumbuh 7 persen dibandingkan Rp159,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan juga ditopang pengelolaan restitusi pajak yang lebih terkendali. Nilai restitusi turun 23 persen dari Rp70,2 triliun pada Januari 2025 menjadi Rp54,1 triliun pada Januari 2026.

Wakil Menkeu Suahasil Nazara menjelaskan, lonjakan penerimaan terutama berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang mencapai Rp45,3 triliun atau tumbuh 83,9 persen secara neto.

“Kita ketahui PPN dibayarkan setiap ada transaksi. Jadi ini menandakan transaksi di perekonomian terus berjalan sehingga ada pembayaran PPN serta PPnBM,” ujar Suahasil.

Selain PPN dan PPnBM, penerimaan PPh Badan tercatat Rp5,7 triliun atau tumbuh 37 persen. Sementara PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 mencapai Rp13,1 triliun, meski masih terkoreksi 20,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun PPh Final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 tercatat Rp26 triliun atau turun 11 persen. Di sisi lain, kelompok pajak lainnya menunjukkan lonjakan signifikan hingga Rp16,1 triliun atau tumbuh 685,8 persen secara tahunan.

Belanja Naik 25,7 Persen

Dari sisi belanja, realisasi Januari 2026 mencapai Rp227,3 triliun atau naik 25,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, khususnya untuk mendukung program prioritas menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.