MENU
BAKN Dorong Pembenahan Sistem Digital Perbankan Syariah
WA FB
Nasional

BAKN Dorong Pembenahan Sistem Digital Perbankan Syariah

G Editor : Gunawan Purba | 30 Nov 2025 | 18:11 WIB
BAKN Dorong Pembenahan Sistem Digital Perbankan Syariah
Primus Yustisio

Pangkalpinang, Sinata.id - Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Primus Yustisio, menyoroti kesiapan digital Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam memberikan layanan publik dan memperkuat industri perbankan syariah nasional.

Menurut Primus, percepatan transformasi digital kini menjadi keharusan. Dunia perbankan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan yang cepat, praktis, dan aman.

“Teknologi berkembang sangat pesat dan seluruh sektor bergerak menuju digital. Jika masih berdalih soal sistem uji coba atau perangkat yang belum mutakhir, itu tidak cukup. Yang penting adalah kesiapannya menghadapi tantangan digital saat ini,” tegas Primus di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (27/11/2025).

Dalam pertemuan dengan jajaran BSI, Primus juga menyoroti minimnya partisipasi generasi muda dalam memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia menilai Gen Z memiliki peluang besar untuk berkontribusi pada sektor ekonomi kreatif dan usaha produktif.

“Berapa banyak anak muda yang sudah memanfaatkan KUR? Saya yakin jumlahnya sangat kecil. Negara lain, seperti Tiongkok, sangat agresif mendorong generasi mudanya agar produktif. Kita harus mampu bersaing dalam mencetak wirausahawan muda,” ujarnya.

Primus turut menyinggung sejumlah kendala yang dikeluhkan masyarakat terkait sistem digital BSI, mulai dari gagalnya transaksi QRIS hingga kurang transparannya informasi status transaksi pada aplikasi.

“Transaksi QRIS sering tidak berhasil. Beli tiket atau bayar makanan pun jadi terhambat. Ketika refund, kita tidak tahu progresnya. Di bank lain seperti Mandiri, semuanya jelas. Sementara di BSI terasa seperti berjalan tanpa penerangan. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujar anggota Fraksi PAN tersebut.

Ia menilai masalah tersebut dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap perbankan syariah jika tidak segera diatasi dengan peningkatan kualitas teknologi informasi.

“Kalau ditanya bank Himbara mana yang punya sistem digital terbaik? Jawabannya Mandiri. Maka perangkat IT yang andal harus dijadikan standar bersama agar keamanan dan integritas perbankan tetap terjaga,” jelasnya.

Primus optimistis BSI dapat mencapai standar layanan bank-bank besar jika transformasi digital dilakukan secara menyeluruh. Terlebih, meningkatnya minat masyarakat terhadap keuangan syariah menempatkan BSI pada posisi strategis sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.