MENU
Banjir Bali Menelan 9 Korban Jiwa, Denpasar Jadi Wilayah Terparah
WA FB
Regional

Banjir Bali Menelan 9 Korban Jiwa, Denpasar Jadi Wilayah Terparah

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Sep 2025 | 04:17 WIB
Banjir Bali Menelan 9 Korban Jiwa, Denpasar Jadi Wilayah Terparah
Banjir Bali 10 September 2025 melanda Denpasar dan sejumlah wilayah, menewaskan 9 orang serta ratusan warga terdampak.

Denpasar, Sinata.id – Banjir Bali yang dipicu hujan deras sejak Selasa malam (9/9/2025) menimbulkan dampak luas di sejumlah daerah. Genangan parah melanda kawasan Padangsambian, Denpasar Barat, hingga merendam rumah warga, fasilitas umum, dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Informasi dihimpun, Jalan Kebo Iwa Selatan mulai terendam sekitar pukul 03.00 WITA. Air kemudian masuk ke rumah kos dan permukiman warga satu jam berikutnya. Tinggi genangan bervariasi, dari sebatas paha hingga mencapai pinggang orang dewasa. Sebuah mobil bak terbuka bahkan hampir tenggelam akibat derasnya arus.

Iwan, seorang penghuni kos, menceritakan dirinya terbangun karena mendengar suara benturan tabung gas portabel yang mengapung terbawa air. “Saat saya lihat, air sudah setinggi mata kaki. Saya buru-buru mencabut kabel listrik, sempat tersengat arus, dan menyelamatkan dokumen kantor,” tuturnya, dilansir Rabu (10/9/2025).

Sejumlah barang pribadi miliknya hanyut, mulai dari sepatu hingga helm. Kendaraannya juga sempat terendam hingga ke roda.

Selain Denpasar banjir juga dilaporkan terjadi di sekitar Jembatan Tukad Badung dan Jalan Sulawesi. Rekaman warga memperlihatkan sebuah bangunan bertingkat tiga ambruk akibat hantaman air. Di Jalan Maruti, Denpasar Utara, luapan sungai hampir menenggelamkan jembatan penghubung.

Seorang Ibu Ditemukan Tewas Tak Lama Setelah Menghubungi Anak

Bencana banjir di Bali turut merenggut korban jiwa. Endang Cafyaning Ayu (42) ditemukan meninggal setelah terseret arus di Pasar Pengosari, Kerobokan Kaja, Badung. Jasad korban ditemukan dua kilometer dari lokasi hilang, tepatnya di area proyek vila.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, menjelaskan korban sempat terjebak bersama suaminya, Jumaali (59), di dalam mobil yang tersapu arus Tukad Yeh Poh. “Suaminya berhasil selamat, namun istrinya masih berada di dalam mobil ketika terbawa banjir,” ujarnya.

Jasad korban kemudian ditemukan tertindih reruntuhan tembok proyek. Mobil yang ditumpangi masih dalam pencarian, sementara sang suami menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka.

Kisah haru datang dari anak korban, Muhammad Saiful (26), yang sempat menerima telepon dari ibunya pada pukul 04.10 WITA. “Beliau bilang mobil terjebak banjir, tapi setelah saya hubungi lagi, nomor ponselnya sudah tidak aktif. Saya sangat terpukul mendengar ibu ditemukan meninggal dunia,” katanya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.