MENU
Benaya Harobu Menangis Saat Bedah Buku Reset Indonesia di Medan
WA FB
Nasional

Benaya Harobu Menangis Saat Bedah Buku Reset Indonesia di Medan

G Editor : Gunawan Purba | 06 Feb 2026 | 08:28 WIB
Benaya Harobu Menangis Saat Bedah Buku Reset Indonesia di Medan
Dandhy Laksono dan Benaya Harobu

Jurnalis investigatif Dhandy Dwi Laksono menegaskan bahwa Reset Indonesia lahir dari kegelisahan terhadap berbagai persoalan struktural yang kerap terpinggirkan dalam wacana publik. Ia menilai buku tersebut merekam suara-suara yang selama ini terbungkam.

“Buku ini mencoba merekam suara-suara yang sering dibungkam dan mengajak pembaca untuk tidak sekadar menjadi penonton,” ujar Dhandy.

Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo, turut mengangkat persoalan kerusakan lingkungan yang terus terjadi di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara, khususnya Mandailing Natal. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekologi dan menolak alih fungsi lahan yang merugikan.

“Tanpa keterlibatan masyarakat, kerusakan lingkungan tidak dapat kita hindari. Ekologi hutan akan terus terancam, alih fungsi lahan terus terjadi, dan masyarakat hanya akan menjadi korban bencana alam,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama Indata Komunika Cemerlang selaku penyelenggara kegiatan, Fika Rahma, menyampaikan bahwa diskusi berlangsung dinamis. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait peran media, keberanian menyuarakan kebenaran, serta tantangan menghadapi tekanan kekuasaan.

“Sejumlah pertanyaan mengemuka terkait peran media, keberanian bersuara, serta tantangan dalam menyampaikan kebenaran di tengah tekanan kekuasaan,” sebut Fika.

Diskusi bedah buku ini juga menghadirkan akademisi Ibnu Avena Matondang sebagai pembanding. Dua pegiat literasi Sumatera Utara, Eka Delanta Rehulina dan Ranggini Triono, turut hadir dan mengikuti jalannya diskusi. (Rilis/A18)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.