Lebak, Sinata.id – Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Arta Grace Monica (35), seorang wali murid SD Negeri 2 Pasir Tangkil, menyusul insiden permintaan penggantian meja dan kursi sekolah yang rusak oleh pihak sekolah.
Bupati Lebak Minta Maaf
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah video Arta yang membawa sendiri satu set meja dan kursi ke sekolah dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 200 meter viral di media sosial. Aksi itu dilakukan lantaran pihak sekolah meminta Arta mengganti fasilitas belajar yang dinilai rusak akibat ulah anaknya.
Dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu (30/4/2025), Bupati Hasbi menegaskan bahwa pengadaan maupun perbaikan sarana dan prasarana sekolah semestinya menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan tidak boleh dibebankan kepada wali murid.
"Segala bentuk fasilitas, termasuk bangku dan meja, telah dialokasikan melalui dana BOS. Kepala sekolah tidak memiliki wewenang untuk meminta penggantian dari wali murid," ujarnya.
Hasbi menyampaikan bahwa dirinya telah membaca isi percakapan di grup WhatsApp kelas yang menjadi awal mula permasalahan ini, dan menyimpulkan bahwa telah terjadi miskomunikasi dari pihak sekolah.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Bupati juga telah mengganti dana pribadi Arta sebesar Rp400 ribu yang digunakan untuk membeli perabot sekolah tersebut. "Saya sudah mengganti uangnya. Pesan saya, jangan sampai anaknya kehilangan semangat untuk bersekolah," kata Hasbi.
Ia juga mengaku telah menegur pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak dan Kepala Sekolah SDN 2 Pasir Tangkil. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
“Sudah saya tegur. Kita akan evaluasi dinas dan pihak sekolah,” tegasnya.
Senada dengan pernyataan Bupati, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Lebak, Hadi Mulya, menegaskan bahwa tidak ada regulasi yang mengharuskan wali murid mengganti fasilitas sekolah yang rusak, karena semua kebutuhan tersebut telah ditanggung melalui dana BOS.
Kronologi Kejadian
Kasus ini mencuat ketika Arta Grace Monica mengaku diminta oleh pihak sekolah untuk mengganti meja dan kursi yang dianggap rusak oleh anaknya. Ia pun memutuskan untuk membeli perabot tersebut dengan dana pribadi, lalu mengantarkannya ke sekolah dengan berjalan kaki dari rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.