Jakarta, Sinata.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan signifikan intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Hujan dengan kategori lebat hingga ekstrem terpantau terjadi di Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan, sementara wilayah lainnya umumnya mengalami hujan ringan hingga sedang.
BMKG melaporkan curah hujan ekstrem di Jawa Tengah mencapai 188,4 milimeter per hari, disusul Banten 90,2 mm per hari, Jawa Barat 89,0 mm per hari, serta Sumatera Selatan 50,6 mm per hari.
“Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi faktor regional, terutama keberadaan sirkulasi siklonik serta penguatan monsun dingin Asia,” ujar BMKG dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).
BMKG menjelaskan, sirkulasi siklonik yang memengaruhi cuaca berada di selatan Nusa Tenggara Barat dan telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Selain itu, monsun Asia yang aktif membawa massa udara lembap dari Laut Cina Selatan bergerak cepat melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.
Interaksi kedua faktor tersebut membentuk dan memperkuat daerah konvergensi berskala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan dengan intensitas tinggi.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih berpengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, sehingga berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan.
Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sejumlah perairan Indonesia. Selain itu, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif melintasi Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, perairan utara Maluku Utara–Papua, serta pesisir utara Papua.
BMKG juga memantau aktivitas gelombang ekuator, yakni kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator, yang teramati aktif di Samudra Hindia barat Sumatra, sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Maluku Utara, serta perairan utara Papua. Kondisi ini turut memperkuat proses konvektif dan meningkatkan potensi hujan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.