MENU
Cap Go Meh 2026 di SCBD Tampilkan Harmoni Budaya dan Filosofi Kuliner...
WA FB
Nasional

Cap Go Meh 2026 di SCBD Tampilkan Harmoni Budaya dan Filosofi Kuliner Imlek

J Editor : Jansen Siahaan | 02 Mar 2026 | 14:22 WIB
Cap Go Meh 2026 di SCBD Tampilkan Harmoni Budaya dan Filosofi Kuliner Imlek
Penari berswafoto sebelum tampil dalam parade Festival Cap Go Meh di kawasan SCBD, Jakarta. (kompas)\n

Jakarta, Sinata.id — Perayaan Lunar New Year 2026 bertajuk “Ride to Luck” Cap Go Meh Festival bukan sekadar perayaan budaya Tionghoa, melainkan simbol harmoni dalam keberagaman Indonesia.

Festival yang digelar di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) ini memadukan budaya Tionghoa, Betawi, dan Islam dalam satu perayaan yang mencerminkan persatuan.

Direktur PT Creative Event Entertainment (CEE), Ananta Pribadi, mengatakan festival tersebut menegaskan bahwa keberuntungan tidak hanya berkaitan dengan simbol atau tradisi, tetapi juga kebersamaan dan optimisme.

“Festival ini sekaligus menegaskan bahwa keberuntungan bukan hanya soal simbol atau tradisi, melainkan tentang kebersamaan, harmoni, dan optimisme dalam menjalani masa depan,” ujar Ananta dalam acara “Lunar New Year & Cap Go Meh 2026: Ride to Luck” di kawasan SCBD Park dan SCBD Weekland, Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Ananta menjelaskan, Cap Go Meh sejatinya jatuh pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, yang tahun ini diperingati pada 3 Maret 2026. Namun, perayaan dimajukan menjadi 1 Maret 2026 karena rangkaian festival “Cap Go Meh Ride to Luck” telah berlangsung sejak 16–17 Februari dan berlanjut hingga puncak acara.

“Nama ‘Ride to Luck’ dipilih karena tahun ini merupakan Tahun Kuda Api. Melalui tema tersebut, kami ingin mengajak semua pihak bersama-sama mengejar keberuntungan dan bergerak menuju hal yang lebih baik,” ucapnya.

Menurut Ananta, perayaan Cap Go Meh tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga semakin memperkuat makna kebersamaan dan toleransi.

“Artinya, ini menjadikan harmoni dalam kebersamaan, harmoni dalam perbedaan, dan dalam keberagaman,” lanjutnya.

Ia menambahkan, festival ini mengusung paradigma budaya yang melibatkan tiga unsur utama, yakni budaya Tionghoa, Betawi, dan Islami. Integrasi tersebut diharapkan menegaskan bahwa keberuntungan sejati lahir dari kedamaian, persatuan, dan keberagaman.

Makna Cap Go Meh

Cap Go Meh merupakan penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada hari ke-15. Masyarakat Tionghoa biasanya memperingati momen ini dengan doa bersama, pertunjukan budaya, serta tradisi makan bersama keluarga.

Momen Cap Go Meh menjadi simbol harapan dan rasa syukur dalam menyambut tahun yang baru.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.