Pematangsiantar, Sinata.id – Kisah pilu dialami A Sembiring, seorang mantan pekerja yang terakhir tercatat bekerja di PT Indo Citra Harapan yang beralamat di Jalan Pdt. Dr. Justin Sihombing No. 122, Kota Pematangsiantar. Setelah kurang lebih 14 tahun bekerja, ia mengaku harus mengakhiri pekerjaannya usai diminta mengundurkan diri hanya beberapa hari setelah dirinya diminta pulang saat datang bekerja ke pabrik.
Pengakuan tersebut disampaikannya kepada awak media Sinata.id saat ditemui di salah satu kedai kopi di Kota Pematangsiantar, Jumat, (8/05/2026).
A Sembiring mengaku mulai bekerja pada Maret 2013 di lingkungan PT Sumatra Tobacco Trading Company (PT STTC). Pada awal bekerja, dirinya ditempatkan sebagai pembantu umum (PU) hingga tahun 2019. Setelah itu, ia diangkat menjadi driver atau supir hingga akhirnya berhenti bekerja pada April 2026 dengan status terakhir bekerja di PT Indo Citra Harapan.
Menurut pengakuannya, permasalahan mulai muncul pada April 2026 saat dirinya mengalami selisih paham terkait pekerjaan di bagian transportasi. Namun ia menilai persoalan tersebut sebenarnya hanya dipicu kurangnya koordinasi antar pimpinan di lapangan.
“Kalau menurut saya, permasalahannya sepele. Memang ada sedikit selisih paham dengan atasan saya, cuma kalau menurut saya pribadi saya tidak salah, karena pimpinan di bagian saya itu kurang koordinasi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa pimpinan dengan arahan berbeda-beda sehingga para driver sering kebingungan dalam menjalankan pekerjaan.
“Karena ada beberapa pimpinan di situ, semua beda-beda perintahnya. Jadi kami sebagai driver ataupun supir bingung mana yang mau kami dengarkan,” ujarnya.
Ia kemudian menceritakan kejadian yang menurut pengakuannya menjadi awal dirinya tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut. Pada 23 April 2026, dirinya mengaku datang bekerja seperti biasa ke pabrik. Namun sesampainya di pos satpam, ia justru diminta pulang.
“Pada tanggal 23 bulan 4 saya masuk ke pabrik, begitu saya sampai di pos satpam saya disuruh pulang,” katanya.
A Sembiring juga mengakui sempat terjadi perdebatan pada pagi hari ketika dirinya diminta pulang dari pabrik.
“Memang ada sedikit perdebatan pagi itu karena saya tidak terima disuruh pulang,” tuturnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.