MENU
Cerita Pilu A Sembiring, Masuk Kerja Disuruh Pulang, Lima Hari Kemudia...
WA FB
Regional

Cerita Pilu A Sembiring, Masuk Kerja Disuruh Pulang, Lima Hari Kemudian Mengaku Diminta Mundur

B Editor : Brian Nicholson | 09 May 2026 | 19:43 WIB
Cerita Pilu A Sembiring, Masuk Kerja Disuruh Pulang, Lima Hari Kemudian Mengaku Diminta Mundur
Ilustrasi seorang pekerja yang mengaku diminta pulang saat tiba di pabrik, sebelum beberapa hari kemudian diminta mengundurkan diri dari pekerjaannya. (Ilustrasi/Sinata.id)

Lima hari setelah kejadian itu, tepatnya pada 29 April 2026, A Sembiring mengaku dirinya diminta mengundurkan diri dari pekerjaannya.

“Pada tanggal 29 bulan 4 saya disuruh mengundurkan diri. Alasannya karena atasan saya tidak mau memakai saya lagi,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa keputusan tersebut, menurut pengakuannya, berkaitan dengan atasannya di bagian transportasi.

“Atasan saya di bagian transport menyuruh saya mengundurkan diri. Tapi yang memberitahu saya orang lain berinisial CT,” katanya.

Pada tanggal yang sama, A Sembiring mengaku resmi berhenti bekerja dengan status tercatat sebagai pekerja di PT Indo Citra Harapan.

Setelah bekerja selama hampir 14 tahun, A Sembiring mengaku menerima uang jasa kurang lebih Rp11 juta.

Selain persoalan pengunduran dirinya, A Sembiring juga mengaku mempertanyakan status hubungan kerjanya setelah menemukan adanya perbedaan identitas perusahaan dalam dokumen BPJS Ketenagakerjaan dan bukti transaksi yang dimilikinya.

Ia mengaku selama bertahun-tahun bekerja tidak pernah mendapat penjelasan terkait perubahan administrasi ketenagakerjaannya.

“Awalnya saya bekerja di PT STTC tahun 2013 bulan tiga. Berselang kurang lebih delapan atau sembilan tahun saya bekerja, tiba-tiba saya cek JHT saya beralih ke PT Indo Citra Harapan tanpa ada pemberitahuan,” ujarnya kepada wartawan.

Berdasarkan dokumen BPJS Ketenagakerjaan yang diperlihatkan kepada wartawan, nama pemberi kerja tercatat sebagai “INDO CITRA HARAPAN”. Dalam dokumen tersebut juga tercantum data iuran JHT dan JP peserta atas nama Abdul Sobirin Milala.

Selain itu, A Sembiring juga memperlihatkan sejumlah bukti transaksi yang menurutnya berkaitan dengan pembayaran yang diterimanya selama bekerja. Dalam bukti transaksi tersebut tercantum nama “PT SUMATRA TOBACCO TRADING COMPANY”.

A Sembiring mengaku dirinya tidak memahami alasan adanya perbedaan identitas perusahaan tersebut. Menurut pengakuannya, selama bekerja dirinya lebih mengenal lingkungan kerja sebagai bagian dari PT STTC.

Dalam keterangannya, A Sembiring juga mengaku tekanan mental selama bekerja menjadi salah satu hal yang paling berat dirasakannya.

“Yang sering kusampaikan sama rekan-rekan yang baru-baru, bukan fisik kalian yang kalian kuatkan kerja di dalam ini, tapi mental. Tekanan mental selama bekerja menurut saya sangat berat,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.