Tapanuli Selatan, Sinata.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 101501 Bintuju, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga mengubah kebiasaan sehari-hari siswa sekolah dasar tersebut.
Disebut, sejumlah dampak positif dari MBG, seperti, uang siswa jajan berkurang, semangat sekolah meningkat dan tabungan bertambah.
Perubahan itu terlihat setelah program MBG berjalan hampir dua pekan di sekolah tersebut. Setiap pagi, ratusan siswa kini menikmati sarapan bergizi lengkap di sekolah, mulai dari lauk ayam, sayur, buah hingga menu sehat lain yang disiapkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala SD Negeri 101501 Bintuju, Cahaya Harahap mengatakan, sekolahnya menjadi penerima manfaat pertama program MBG di wilayah itu dengan jumlah sekitar 275 siswa.
Menurut dia, sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, sehingga kehadiran program tersebut sangat membantu orang tua sekaligus memperbaiki pola makan anak.
“Gizi anak-anak sekarang lebih terjaga karena mereka sarapan setiap hari di sekolah. Anak-anak juga semakin semangat datang ke sekolah,” kata Cahaya, Kamis, (30/4/2026).
Ia menjelaskan, kebiasaan jajan siswa perlahan mulai berkurang karena kebutuhan makan mereka sudah terpenuhi di sekolah.
Dampaknya, program menabung siswa melalui Bank Sumut justru semakin berjalan baik.
“Biasanya uang jajan habis di kantin atau untuk membeli jajanan di luar. Sekarang mereka lebih banyak menabung. Ini perubahan yang sangat positif,” ujarnya.
Menurut dia, anak-anak bahkan selalu menunggu menu kejutan setiap hari dan merasa rugi jika tidak masuk sekolah.
“Anak-anak sekarang tidak mau absen karena takut ketinggalan makan bergizi,” katanya.
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu yang meninjau langsung pelaksanaan MBG menilai program tersebut bukan hanya penting untuk menekan angka stunting, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Ia mengatakan, MBG menjadi investasi besar dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui perputaran belanja pangan lokal.
“Program ini bukan hanya soal makan gratis, tetapi tentang masa depan anak-anak kita dan kebangkitan ekonomi masyarakat,” kata Gus Irawan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.