MENU
Di Balik Keterbatasan, Reinhard Raji Manurung Menyulam Harapan dari Ke...
WA FB
Inspiratif

Di Balik Keterbatasan, Reinhard Raji Manurung Menyulam Harapan dari Ketulusan yang Nyaris Terlupakan

B Editor : Brian Nicholson | 14 Apr 2026 | 19:23 WIB
Di Balik Keterbatasan, Reinhard Raji Manurung Menyulam Harapan dari Ketulusan yang Nyaris Terlupakan
Kebersamaan penuh hangat Reinhard Raji Manurung di Panti Asuhan Vita Dulcedo, Pematangsiantar, senyum dan tawa anak-anak menyambut kehadiran yang membawa harapan, perhatian, dan kasih tanpa syarat. (Photo: Istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id – Di saat banyak orang sibuk mengejar hidupnya sendiri, ada satu sosok yang diam-diam memilih jalan berbeda. Ia tidak menunggu kaya untuk memberi, tidak menunggu sempurna untuk peduli. Namanya Reinhard Raji Manurung.

Seorang pemuda penyandang disabilitas asal Kabupaten Simalungun ini mungkin terlihat sederhana di mata banyak orang. Namun di balik keterbatasan fisiknya, tersimpan hati yang begitu luas, hati yang tak pernah lelah berbagi, bahkan ketika dirinya sendiri tidak memiliki segalanya.

Reinhard telah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Simalungun (USI) dan resmi menyandang gelar sarjana. Namun bagi pemuda yang akrab disapa Raji tersebut, gelar itu bukanlah puncak perjalanan. Ia justru menemukan arti hidup yang sesungguhnya dalam memberi.

Di tengah sunyi perjuangannya, Raji membangun harapan lewat cara yang sederhana. Dari layar kecil di genggamannya, melalui akun TikTok “SI OPPUNG_MANS”, ia menerima gift atau saweran dari orang-orang yang mungkin tak pernah ia temui.

Namun yang membuat kisah ini berbeda, Raji tidak menyimpan itu untuk dirinya. Ia memilih untuk mengubahnya menjadi senyum bagi orang lain. Bahkan, ia menegaskan bahwa seyogianya dirinya harus selalu fokus membantu saudara-saudaranya penyandang disabilitas dan mereka yang membutuhkan.

“Setiap ada gift atau saweran, tidak saya gunakan untuk kepentingan pribadi. Saya berinisiatif menyalurkannya ke panti asuhan untuk adik-adik yang membutuhkan,” ujar Raji dengan suara tenang, namun sarat makna.

Kebaikan itu tidak dilakukan sesekali. Raji dikenal selalu menyempatkan diri setiap kali memiliki rezeki. Dalam setahun, ia bisa datang berbagi hingga empat sampai lima kali, tanpa pernah menunggu momen tertentu atau perhatian publik.

Langkah kecil itu ia lakukan berulang kali, tanpa sorotan, tanpa tuntutan pujian. Hingga akhirnya, kehadirannya menjadi sesuatu yang dinanti.

Di Panti Asuhan Vita Dulcedo, Jalan Melanthon Siregar, Kota Pematangsiantar, nama Raji bukan sekadar dikenal, tetapi ia dirindukan.

Anak-anak menyambutnya dengan cara yang sederhana, namun begitu tulus. Ada yang berlari kecil menghampiri, ada yang menggenggam tangannya seolah takut kehilangan. Di mata mereka, Raji bukan sekadar pemberi bantuan. Ia adalah seseorang yang datang membawa rasa “diperhatikan”.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.