MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Diduga Libatkan Oknum ASN RSUD Djasamen Saragih, Warga Sitalasari Dike...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Diduga Libatkan Oknum ASN RSUD Djasamen Saragih, Warga Sitalasari Dikeroyok Brutal di Depan Rumah

J Editor : Jansen Siahaan | 07 Apr 2026 | 13:29 WIB
Diduga Libatkan Oknum ASN RSUD Djasamen Saragih, Warga Sitalasari Dikeroyok Brutal di Depan Rumah
Bagian belakang tubuh SZ yang luka akibat pengeroyokan. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Seorang warga Kecamatan Sitalasari, Kota Pematangsiantar, berinisial SZ (33), menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang di teras rumahnya, Minggu (5/4/2026) malam .

Korban menyebut, para pelaku diduga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) serta sejumlah warga lainnya. Di antaranya berinisial dr JAS yang merupakan dokter spesialis forensik di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, IAT yang disebut bekerja di kantor perpajakan Tanjungpinang, PS yang berprofesi sebagai tukang, GS sebagai pemborong, serta satu orang lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB saat SZ bersama keluarganya sedang beristirahat di dalam rumah. Tiba-tiba, IAT datang bersama rombongan menggunakan dua mobil dan memanggil korban dengan suara keras dari luar.

“Awalnya kami sedang di dalam rumah, lalu datang IAT bersama rombongan. Mereka menggedor pintu rumah,” ujar SZ saat ditemui di kediamannya, Selasa (7/4/2026).

Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi ricuh. SZ mengaku menjadi sasaran pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama oleh rombongan tersebut.

“Saya dibenturkan ke dinding, lalu dipukul dan diinjak-injak,” ungkapnya.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke rumah tetangga. Namun, para pelaku disebut tetap mengejar dan mencoba masuk ke rumah tersebut.

“Saya lari ke rumah Pak Regar, tetapi mereka ikut mengejar dan mencoba masuk,” katanya.

SZ juga menduga para pelaku berada dalam pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung.

Tidak hanya itu, korban mengaku kelompok tersebut kembali mendatangi rumahnya pada Senin (6/4/2026), sehingga menimbulkan rasa takut.

“Saya khawatir mereka akan melakukan hal yang lebih buruk. Saat itu ambulans yang mereka bawa juga dalam kondisi pintu terbuka,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, SZ mengalami sejumlah luka memar di sekujur tubuh. Hingga kini, korban mengaku masih trauma dan belum berani keluar rumah.

Kasus ini diharapkan segera mendapat perhatian aparat penegak hukum guna memastikan keamanan warga, serta mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden tersebut. (SN14)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.