Tapanuli Tengah, Sinata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak banjir susulan di Kelurahan Bonanlumban, Kecamatan Tukka.
Pelayanan kesehatan dipusatkan di lokasi pengungsian warga di SMP Negeri 3 Tukka, Minggu (15/3/2026).
Kepala Dinkes Tapteng, Lisna Panjaitan, mengatakan tim tenaga kesehatan langsung dikerahkan untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga setelah bencana banjir.
Menurut Lisna, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi agar seluruh warga terdampak banjir mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.
“Kami bersama tim tenaga kesehatan turun langsung ke lokasi pengungsian untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga,” ujar Lisna.
Berdasarkan data di lokasi pengungsian, sebanyak 142 jiwa dari 42 kepala keluarga yang terdampak banjir telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.
Lisna memastikan seluruh warga pengungsi akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan menyeluruh, termasuk pemantauan kesehatan secara berkala guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan melakukan berbagai jenis pemeriksaan, antara lain pemeriksaan tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan denyut nadi. Selain itu, tim medis juga melakukan pemeriksaan terhadap penyakit yang kerap muncul di lokasi pengungsian, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Tidak hanya itu, tim kesehatan juga memeriksa kemungkinan penyakit kulit akibat paparan air banjir, diare, serta gangguan pencernaan. Pemeriksaan khusus juga diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).
Para pengungsi juga mendapatkan obat-obatan dan vitamin guna menjaga daya tahan tubuh selama berada di tempat pengungsian.
Selain pelayanan medis, tim kesehatan turut memberikan edukasi kesehatan kepada para pengungsi agar tetap menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa pengungsian.
Untuk memastikan pelayanan berjalan efektif, Dinkes menerapkan sistem pelayanan terpadu di lokasi pengungsian. Sistem ini meliputi proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan awal (skrining), pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis, hingga pemberian obat dan pemantauan kondisi kesehatan lanjutan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.